Musim di Jepang

Penulis: Irwan Liapto Simanullang

Jepang merupakan negara yang terletak di daerah subtropis. Pada umumnya negara yang terletak di zona subtropis mempunyai empat musim selama satu tahun. Keempat musim tersebut yaitu: musim dingin, musim semi, musim panas, dan musim gugur. Akan tetapi, berdasarkan pengalaman penulis selama tinggal di Jepang ternyata ada sekitar dua atau tiga musim tambahan selain empat musim yang telah disebutkan diatas.

Berikut penulis rangkum semua musim yang pernah dilalui selama tinggal di Tokyo.

Musim Dingin (Desember – Maret).

  • Suhu berkisar 0 – 10 Celcius. Pada kondisi tertentu angin yang bertiup kencang menambah tingkat kedinginan pada musim ini.
  • Tingkat kelembapan udara sangat rendah, membuat kulit terasa kering dan pada kondisi tertentu dapat merakasan listrik statis pada saat kulit tangan atau jari bersentuhan dengan benda-benda penghantar listrik. Seperti pada saat mau memegang gagang pintu, menghidupkan kran air, berjabat tangan, dll. Sediakan pelembab seperti lotion, handbody atau sejenisnya untuk mengatasi permasalahan ini.
  • Untuk wilayah Tokyo, sangat jarang turun salju pada musim dingin.
  • Cuaca pada umumnya cerah dan jarang turun hujan.
  • Banyak permainan lampu-lampu (illumination) disepanjang Bulan Desember.

Musim Semi (Maret – Mei) 

  • Musim semi mulai terasa sekitar pertengahan Maret yang ditandai dengan mulai munculnya pucuk bunga di pohon.
  • Suhu berkisar 15 – 23 Celcius.
  • Untuk wilayah Tokyo, Bunga SAKURA mekar sekitar akhir Maret. Bunga Sakura hanya mekar selama lebih kurang seminggu. Jadi bagi yang mau berburu sakura sangat disarankan mencari informasi lebih lanjut.
  • Hitachi Seaside Park yang berada di Ibaraki merupakan salah satu tempat wisata yang bagus untuk dikunjungi pada akhir April sampai awal Mei. Tempat ini sangat terkenal dengan bunga nemophilia, tulip, dll.

Musim Hujan (Juni)

  • Bulan Juni biasanya sangat identik dengan hujan. Curah hujan cukup tinggi di bulan ini.
  • Tingkat kelembapan udara juga cukup tinggi dengan suhu udara berkisar di 28 -30 Celcius.
  • Siap sedia payung karena bisa saja pagi hari cerah tapi sorenya turun hujan, atau sebaliknya.

Musim Panas (Juli – Agustus)

  • Suhu udara sekitar 33 – 40 Celcius dengan puncak musim panas sekitar awal atau pertengahan Agustus.
  • Kelembapan udara sangat tinggi ditambah dengan angin yang jarang bertiup kencang menambah suasana menjadi cukup gerah.
  • Disarankan untuk banyak meminum air supaya terhindar dari dehidrasi.
  • Pada Bulan Agustus banyak terdapat festival kembang api (Hanabi) di berbagai tempat di Jepang.

Musim Angin Topan “Taifun” (September )

  • Suhu udara sekitar 27 – 30 Celcius.
  • Pada bulan ini, kota di Jepang sering dilanda Taifun. Angin kencang disertai hujan cukup mengganggu aktifitas sehari hari.
  • Jadwal transportasi umum seperti kereta sering terganggu.

Musim gugur (November) 

  • Musim gugur ditandai dengan mulai menguningnya daun pada beberapa jenis tanaman.
  • Suhu udara sekitar 15 – 20 Celsius.
  • Cuaca dan suhu yang bagus dimanfaatkan banyak orang di Jepang untuk mendaki gunung menikmati warna warni daun pepohonan.

Demikianlah ringkasan singkat mengenai beberapa musim di Jepang. Dengan mengetahui kondisi musim di negara yang kita tuju, kita bisa mempersiapkan diri apabila kita hendak melakukan perjalanan wisata ke negera tersebut.

 

Categories: Cuaca

2 replies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s