“One Day Trip” Bermain Salju

Awal tahun 2020 dimulai dengan ikut berpartisipasi dalam acara “one day trip” bersama jemaat gereja GIII Oarai. Trip ini dilaksanakan pada tanggal 2 Januari 2020 dengan tujuan bermain ski di Minakami Kogen Resort 200 dan  dilanjutkan dengan melihat permainan lampu-lampu (illumination) di Asikaga Flower Park. Ini adalah perjalanan wisata awal tahun bagi saya, istri dan anak.
Tulisan ini akan merangkum bagaimana kami mempersiapkan diri untuk mengikuti “one day trip” tersebut.

H-7 

  • Koordinator sudah mengumumkan bahwa akan berangkat menggunakan ada 2 bus ukuran sedang (kapasitas 30 orang).
  • Tempat pemberangkatan dihalaman satu gedung yang biasa digunakan untuk ibadah di Oarai.
  • Jam keberangkatan: 5.00 JST

Setelah mendengar informasi tersebut, muncul pertanyaan bagi saya dan istri “BAGAIMANA CARANYA KE OARAI JAM 5 PAGI????”

“Sebagai informasi, kami berdomisili di Desa Tokai yang berjarak 30 km dari Kota Oarai.”

Tentu saja jam segitu belum ada kereta atau bus yang beroperasi. Taksi bukanlah suatu pilihan karena harganya bisa sangat mahallll.

Ditengah kegaulauan dan gundah gulana (LOL), sempat berpikir untuk membatalkannya. Akan tetapi, salah satu jemaat gereja (sebut saja namanya Regi) berbaik hati menawarkan diri untuk menjemput ke rumah kami. Hatipun senang kembali ketika mendengar tawarannya tersebut.

Belum lama berselang, istri nyeletuk, kalau dia jemput kita ke rumah artinya dia harus bangun lebih pagi dan tiba di rumah kita sekitar jam 4 biar gak terlambat. Wahhh, kasihan juga nanti Regi jadi kurang istirahatnya. Tapi Regi tetap mengatakan ‘tidak apa-apa’.

Selagi kita masih ngobrol ngalur ngidul, saya mencoba membuka aplikasi booking.com untuk mencari hotel di Oarai untuk menginap dari tanggal 1-3 Januari. Hasilnya hampir semua hotel sudah SOLD OUT.

Hari Keberangkatan

2 Januari 2020 adalah hari dimana saya bangun jam 2:30 pagi. Berikut rangkaian kegiatan kami sekeluarga di hari itu.

  • 2:30 – 4:00 JST : Anak kami Henokh masih tertidur lelap sedangkan kami harus bersiap-siap mulai dari mandi, sarapan, hingga mempersiapkan segala perlengkapan (stroller bayi, tas punggung 2 buah, air minum, dll)
  • 4:10 – 4:45 JST : Regi  datang menjemput dan berangkat menuju tempat kumpul di Oarai.
  • 4:45 – 5:20 JST : Masih menunggu peserta. YAPPZZZ, TELATTTT SODARAAAA…..
  • 5:30 JST : Bus berangkat. Rombongan terdiri dari 2 bus dan 2 mobil.
  • ….. – 08:30 JST : Perjalanan lancar tanpa ada kendala apapun.
  • 09:00 JST : Rombongan bus salah mengambil jalur sehingga harus melakukan putaran jauh. Sedangkan rombongan mobil tidak ada kendala berarti dan sudah jauh meninggalkan rombongan bis dibelakang. Tapi kami yang ada di bus menikmati salah jalan kali ini dikarenakan pemandangan diluar yang LUAAARRRR BIASAAAA INDDAAAHHH. Hujan salju ditambah pemandangan di kiri kanan banyak pohon yang tertutup salju memberi kesan tersendiri terutama bagi istri.
  • 11:00 JST : Setelah menemukan jalan yang benar, akhirnya rombongan bus bisa tiba di resort ski dengan selamat. Puji Tuhan.

“Untuk mengendarai kendaraan di jalan yang bersalju membutuhkan ban khusus serta harus memperhatikan kecepatan kendaaraan. Ada beberapa mobil yang terlihat harus menepi karena tergelincir akibat jalan yang licin.”

  • 11:00 – 12:00 JST : Karena dari awal kita sudah memutuskan untuk tidak bermain ski dan hanya mau menikmati pemandangan yang bersalju, maka kami hanya bersantai ria. Saya bertugas menggendong Henokh karena jalanan yang licin akibat salju. Istri yang baru pertama kali melihat salju yang menumpuk di jalan belum berani untuk berjalan sambil menggendong Henokh.
  • 12:15 – 13:30 JST : Tidak terasa sudah waktunya makan siang. Ada 2 atau 3 restoran di resort tersebut. Salah satu restoran menawarkan paket ALL YOU CAN EAT (TABEHODAI dalam bahasa Jepang). Harga yang ditawarkan adalah ¥1.500/orang untuk 75 menit. Cukup murah karena restoran yang lainnya menawarkan sejenis kare-karean dengan harga ¥1.000an/porsi.
  • 13:40 – 14:00 JST : Ke nursery  ganti popok Henokh.
  • 14:10 – 14: 20 JST : MAINNNNNN SALJUUUUUUUU. Cuman berada di pinggir pinggir aja karena takut kepeleset waktu gendong Henokh.
  • 14:20 – 14:50 JST : Maminya Henokh memuaskan diri memandang, memegang, dan tiduran di atas salju (karena baru pertama kali jadi agak norak lahhhh…LOL).
  • 14: 50 – 16:00 JST : MENUNGGU di dalam bus. Rencana pulang jam 3 sore apadaya banyak peserta yang masih menikmati permainanan. TELAATTTTT LAGI SODARA DARI JADWAL. *bus dikemudikan oleh orang kita jadi masih dimaklumin. Beda soal kalau pakai driver orang Jepang. LOL
  • 16:00 – 20:00 JST : Perjalanan menuju Asikagawa Flower Park.
  • 20:00 – 21:20 JST : Berusaha menikmati permainan kerlap kerlip lampu atau yang dikenal dengan istilah illumination. Tamannya cukup luas tapi waktu 1 jam tidaklah cukup untuk menikmati keindahan taman tersebut. Bahkan untuk sekedar berfoto selfie aja tidak cukup karena banyaknya spot  yang menarik. Plus 30 menit pertama dihabiskan untuk memberi makan malam Henokh.
  • 21:30 – 23:20 JST : Perjalanan pulang menuju Oarai.
  • 23:20 JST : Karena tiba di Oarai sudah pukul 23:40 maka kereta pun sudah tidak beroperasi lagi. Keberangkatan terakhir kereta dari Oarai menuju Tokai adalah jam 22:48 JST.
  • 23: 30 – 00:01 JST : Regi dan istrinya  berbaik hati mengantarkan kami ke rumah.
  • 00:05 – 01: 30 JST : Setibanya di rumah, Henokh  yang sudah puas tidur sepanjang jalan akhirnya punya tenaga yang berlebih dan mengajak bermain papi maminya.
  • 01:30 JST : Akhirnya selesai juga one day trip di awal tahun. Puji Tuhan semuanya bisa berjalan lancar dan semua peserta bisa kembali dengan selamat sampai di rumah masing-masing.

Demikianlah rangkuman perjalanan wisata bermain salju versi kami.

Kesimpulan

  • One day trip bukanlah hal yang ideal bagi keluarga yang mau menikmati bermain salju, ski, dll apabila masih mempunyai anak bayi usia dibawah 1 tahun. Usia Henokh saat itu adalah 10 bulan.
  • Persiapan yang dilakukan dari hari sebelumnya sampai tanya sana sini karena takut anak bayi kedinginan ternyata dalam prakteknya kami lebih banyak menghabiskan waktu di dalam resort yang hangat. LOL
  • Dari awal saya sudah mempersiapkan diri bahwa ini adalah hanya sekedar have fun saja sehingga tidak ada sedikitpun ambisi untuk harus bermain ski atau sejenisnya. Hanya untuk menyenangkan istri yang mau melihat tumpukan salju.
  • Kalau ada kesempatan, kami akan kembali lagi bermain dan minimal menghabiskan waktu 2 hari agar lebih santai dan lebih bisa menikmati. Tentunya setelah Henokh sudah bisa jalan.

Categories: Tempat Wisata

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s