“One Day Trip” ke Oarai-machi

Jepang adalah salah satu negara yang sangat menarik untuk didatangi baik sekedar berwisata, menuntut ilmu atau bahkan bekerja. Untuk wisata tentunya kota-kota besar seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka masih menjadi primadona banyak orang.

Kali ini saya tidak akan menulis salah satu dari kota-kota primadona para wisatawan tersebut. Mari kita melihat salah satu kota kecil yang ada di pesisir timur Jepang di prefektur Ibaraki. Tebakan saya, banyak orang tidak mengetahui kota kecil ini. Tetapi bagi sebagian besar Orang Manado  dan sekitar pasti tahu dengan kota ini. Kota itu adalah OARAI. (Mungkin perlu di tulisan lainnya untuk membahas mengapa kota ini cukup terkenal dikalangan orang Manado).

Karena latar belakang pendidikan saya bergerak di bidang Nuklir, maka kota Oarai bukanlah hal yang baru untuk di dengar. Di kota ini terdapat lembaga nuklir Jepang, Japan Atomic Energy Agency, dimana saya pernah melakukan internship selama 3 bulan pada tahun 2015. Pada saat itu, saya tidak sempat mengenal lebih dalam kota kecil ini.

13 Januari 2020

Bertepatan dengan libur nasional Jepang. Saya, istri dan seorang teman (sebut saja namanya Degi) berencana untuk melakukan trip singkat ke Oarai. Tujuannya tentunya untuk melihat apa saja yang ditawarkan kota ini kepada wisatawan..hahahaha

Jarak dari rumah kami di desa Tokai ke kota Oarai sekitar 30 km yang artinya +/- 50 menit dengan mobil.

Kalau berdasarkan info yang ada di GOOGLE, menurut saya setidaknya dibutuhkan 2 hari untuk menikmati kota ini. Satu hari mengunjungi AQUA WORLD OARAI AQUARIUM dan besoknya dilanjutkan untuk mengunjungi tempat wisata lainnya.

Berikut ringkasan perjalanan singkat kami di Oarai.

11:30 JST : berangkat dari Tokai menuju Oarai.

12:30 JST : tiba di Oarai. Hal pertama yang dilakukan adalah berhenti sejenak di parkiran umum dekat AQUA WORLD OARAI AQUARIUM sambil menikmati pemandangan laut dan ombak yang cukup besar. Beruntungnya cuacanya cerah dan cukup hangat.

13:00 JST : Mencari makan siang. Kami berhenti di OARAI SEASIDE STATION. Sebagai informasi, ini bukan stasiun kereta atau sejenisnya. Oarai Seaside station adalah sejenis outlet yang terdiri dari beberapa toko dan restoran. Sewaktu saya internship, tempat ini cukup ramai dikunjungi dan banyak pilihan makanan. Tetapi yang kami temui hari itu adalah outlet yang hampir 80% kosong. Jadilah kami harus mencari tempat makan untuk mengisi perut yang sudah mulai memberontak.

13:15 – 15:00 JST : Degi menemukan restoran Italia, Trattoria J-MarinaUntuk harganya kisaran ¥1.500 – 2.000. Dengan harga segitu, kita mendapatkan all you can eat (salad, puding dan roti). Kami di bantu langsung oleh juru masaknya untuk memilih menu yang direkomendasikan. Menurut istri, spaghetti yang dia makan menjadi yang terenak selama ini. Menurut Degi dan saya, pizza yang kami makan juga enak banget. Salah satu point utama dari restoran ini adalah tempatnya yang nyaman dan pemandangan langsung ke pelabuhan.

15:05 – 15:50 JST : Kita berjalan dari restoran menuju ke Ibaraki Port Oarai. Jalan kaki menuju kesana cukup nyaman dan banyak orang yang sedang memancing bersama keluarga bahkan ada yang langsung memasak ikan hasil pancingannya. Akan tetapi, aroma pesing cukup kuat tercium di beberapa tempat. Setelah saya melihat sekitar, ternyata toilet umum tidak ada atau terlalu jauh dari lokasi.

16:00 – 16:30 JST : Kami menuju ke OARAI MARINE TOWER. Perlu mengeluarkan uang ¥330 untuk menikmati pemandangan kota Oarai dari ketinggian 60m. Pemandangan yang disajikan cukup indah melihat kota ini tertata dengan rapi. 30 menit cukuplah untuk menikmati pemandangan dari atas. Hanya ada 3 lantai di tower ini, Lantai 1 tempat beli souvenir, Lantai 2 (50m) terdapat restoran yang menyajikan anime khas Oarai, dan Lantai 3 (60m) sebagai tempat menikmati pemandangan kota Oarai.

17:00 – 17:20 JST : Karena matahari cepat terbenam di musim dingin, maka jam segini sudah mulai gelap. Kami memutuskan untuk mengunjungi satu tempat terakhir yaitu OARAI ISOSAKI SHRINE. Cuaca yang tiba-tiba mendung , gelap dan disertai angin kencang cukup membuat kami hanya sekitar 15 menitan saja disini. Oarai Isosaki Shrine adalah semacam gerbang yang dibangun di pinggir laut. Kalau yang paling terkenal mungkin TORI GATE “ITSUKUSHIMA SHRINE” yang ada di Hiroshima.

17:30 JST : Pulang ke Desa Tokai tercinta. Sangat beruntung karena begitu masuk ke mobil dan baru jalan beberapa meter, hujan langsung turun dengan derasnya.

Demikianlah perjalanan singkat berwisata di kota Oarai.

Kesimpulan

  • Secara umum, saya bisa bilang kota ini layak untuk dikunjungi. Oiya, disini ada fish market juga, Naka Minato Market Fish.
  • Kalau yang suka desain tata kota dan bangunan tua, maka kota ini akan memberikan nuansa tersebut. Saya pikir, ada nuansa khas tersendiri dari kota ini.
  • Musim panas adalah waktu terbaik untuk mengunjungi Oarai. Dipastikan jalanan kota ini bakalan macet karena banyak orang datang untuk berselancar di OARAI SUN BEACH.

 

Gambar yang ditampilkan disini adalah hasil pencarian dari google dikarenakan saya baru sadar bahwa tidak ada gambar yang diambil. Saya hanya mendokumentasikan dalam bentuk video……

640x640_rect_93588722

All you can eat “Salad + Puding”

caption

Oarai Seaside Station

8CB9419C-D60E-4D0F-9B2C-01318609B06E

Pemandangan dari Trattoria J-Marine Restaurant

fb

Dari Oarai bisa ke Hokkaido naik kapal.

Oarai Marine Tower

Oarai Marine Tower

Categories: Tempat Wisata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s