“One Day Trip” Hokkaido

Pada bulan September 2017 yang lalu, saya berkesempatan mengikuti conference di bidang nuklir yang diadakan di Hokkaido University.

“Hokkaido University terletak di Pulau Hokkaido. Pulau Hokkaido adalah pulau terbesar kedua di Jepang dan Sapporo adalah ibukotanya.”

Dikarenakan pada bulan September tersebut saya sudah menyelesaikan semua urusan administrasi dan registrasi untuk kelulusan S3 dan tinggal menunggu wisuda saja, maka “sedikit santai” lah conference ini dibandingkan dengan yang sebelumnya. Karena itu, saya berinisiatif untuk mengajak istri untuk ikut kesana. Biaya keikutsertaan istri tentunya menjadi tanggungan saya sendiri.

(Silahkan baca tulisan saya sebelumnya: Mengoptimalkan beasiswa MEXT untuk pemenuhan kebutuhan hidup di Tokyo bagi mahasiswa doctoral (S3) yang membawa keluarga)

Conference itu sendiri berlangsung selama 3 hari dan jadwal presentasi saya adalah di hari terakhir. Dengan kondisi demikian, saya harus tiba di Sapporo satu hari sebelumnya.

Disinilah kami memanfaatkan waktu untuk melakukan “One Day Trip” Sapporo.

Berikut kira-kira ringkasan perjalanan selama satu hari di seputaran Sapporo.

H-30

Pemesanan Hotel

Stasiun kereta terdekat menuju Hokkaido University adalah Stasiun Sapporo. Oleh karena itu, saya berusaha mencari hotel disekitar stasiun ini. Akan tetapi, karena harga yang lumayan mahal, maka kami memutuskan untuk memesan hotel di tempat lain.

“Saya selalu menggunakan booking.com untuk melakukan pemesanan hotel” 

Akhirnya kami menginap di APA Hotel Sapporo Susukino Ekimae yang terletak didekat Stasiun Hosuisusukino. Stasiun ini hanya berjarak dua stasiun dari Stasiun Sapporo. Selain itu, ternyata letak hotel ini hanya berjarak sekitar 1.1 km dari Stasiun Sapporo.

“Di Jepang, harga sewa hotel ditentukan berdasarkan jumlah orang. Misal: 1 kamar yang bisa diisi 2 orang, maka harga yang dibayarkan bukan harga 1 kamar melainkan harga untuk 2 orang.”

Biaya yang kami keluarkan untuk hotel ¥16.400/malam. (Ukuran 1 Double Room-Non Smoking)

Pemesanan Tiket Pesawat

Kami memesan tiket pesawat melalui AirDo. Harga total tiket PP yang kami keluarkan sebesar ¥ 32.000. Untuk penerbangan sendiri, kami memilih untuk berangkat menggunakan penerbangan paling pagi (sekitar jam 7) agar bisa menikmati “one day trip2” di Sapporo.

H-1

Opsi penerbangan paling pagi, berdampak pada jadwal keberangkatan dari rumah menuju Bandara Haneda. Setelah kami cek jadwal kereta atau bus menuju bandara dari Stasiun Saginuma (dekat rumah), maka kami tidak menemukan jadwal kereta yang bisa memberikan kami tumpangan agar tiba di Bandara Haneda sekitar jam 6 pagi.

“Ketika rencana awal tidak berhasil, maka harus ada opsi-opsi lain.”

Rencana-A

Opsi ini adalah menginap di bandara pada malam harinya. Entah kenapa saya masih belum sreg dengan opsi ini dan pada akhirnya opsi ini pun kami batalkan.

Rencana-B

Menginap di rumah teman yang jaraknya cukup dekat ke bandara serta ada angkutan umum pada pagi hari ke bandara.

Saya kepikiran untuk menginap di rumah kawan yang sudah sangat kami kenal dengan baik..hahaha. Teman itu tidak lain adalah kakak kelas saya sewaktu di Teknik Nuklir UGM (sebut saja namanya Petrus). Saya pernah dengar ceritanya kalau dia beberapa kali pergi ke bandara pada pagi hari. Dari sini saya ambil kesimpulan bahwa ada kereta pagi dari rumahnya menuju bandara.

Hari H

Perjalanan kali ini dimulai dari sekitar jam 3.30 pagi.

3:30 – 4:30 JST : Bangun pagi sekaligus beberes mandi, dll. Pemilik rumah masih tertidur dengan lelap.hahaha

4:45 – 5:00 JST: Jalan kaki menuju Stasiun NNNNN (maaf, saya tidak bisa menyebutkan nama stasiunnya karena alasan privasi). Dari rumah menuju statiun hanya memerlukan waktu sekitar 5 menit jalan kaki. Kami berencana menaiki kereta pukul 5:04 agar tiba di bandara haneda pukul 5:50.

5:04 – 5:50 JST: Di stasiun ini sudah lumayan banyak orang yang memulai aktivitas. Untuk menuju Bandara Haneda, kami harus transit di Stasiun Yokohama.

“Stasiun Yokohama merupakan salah satu statiun tersibuk di Jepang. Tidak heran jika jam 5 pagi pun sudah banyak para pekerja kantoran (kemeja putih dan jas hitam) sudah lalu lalang di dalam stasiun mencari keretanya masing-masing.”

Sebelumnya, teman kami sudah memberitahu ancang-ancang pindah mengenai stasiun Yokohama karena kami tidak begitu familiar dengan stasiun ini. Selain itu, kami hanya punya waktu kurang dari 10 menit untuk transit.

Tepat pukul 5:50, akhirnya kami tiba di bandara Haneda.

6:00 – 6:30  JST: Check-in dan mencari sarapan di terminal domestik Haneda. Onigiri dan sebotol minuman cukuplah untuk memulai perjalanan di pagi hari yang mendung.

“Terminal domestik tidak buka 24 jam sehingga kalau anda berencana menginap di bandara maka harus pindah ke terminal internasional.” (Info dari pengalaman teman lab)

6:50 – 08:20 JST: Pesawat pun meninggalkan Bandara Narita menuju Bandara New Chitose di Sapporo, Hokkaido.

09:00 JST: Setelah keliling melihat-lihat bandaranya sejenak, kami memutuskan untuk menggunakan kereta menuju Stasiun Sapporo.

09:15 – 09:50 JST: Kami menggunakan kereta express dengan biaya sekitar ¥1.500/orang (lupa angka benerannya, tapi estimasinya segitu). Pemandangan yang ditawarkan selama perjalanan menuju Stasiun Sapporo lumayan indah. Tetapi rasa kantuk yang masih terasa, membuat saya untuk memilih tidur di sepanjang perjalanan.

10:00 JST: Kami memilih untuk langsung berkeliling di Sapporo lalu setelah itu baru check in  ke tempat kami menginap. Sudah ada daftar tempat apa saja yang hendak kami kunjungi. Kami memilih untuk menitipkan koper di coin locker. Cukup bawa barang yang dibutuhkan saja.

“Harga sewa coin locker berkisar diantara ¥300 – ¥600 tergantung dari ukuran locker yang dibutuhkan. Coin locker ini sangat banyak di temukan di area stasiun.”

Untuk urutannya saya mungkin sudah agak lupa, tapi semua tempat yang kami kunjungi dari sekitar jam 10 pagi sampai jam 5 sore masih berada di sekitaran stasiun dan masih bisa ditempuh dengan jalan kaki dari satu tempat ke tempat lain.

10:15 – 12:00 JST: Tempat pertama yang dikunjungi adalah Odori Park. Beruntungnya kami karena pada saat itu sedang diadakan festival disana. Banyak stand makanan mulai dari khas Hokkaido sampai western food. Kami menikmati waktu dengan bersantai sambil menikmati cemilan-cemilan ringan yang disajikan disana.

Tips di tempat festival:

  • Kelilingi dahulu semua tempat jualan makanan sebelum membeli.
  • Untuk minuman, membeli minuman botol di konbini jauh lebih hemat. Biasanya minum yang ditawarkan di festival bagi saya tidak begitu menarik.

12:10 – 12:30 JST: Setelah menikmati cemilan ringan, kami melanjutkan menuju Sapporo TV TowerTower ini sebenarnya bisa dilihat langsung dari Odori Park, tapi kami penasaran saja sehingga berjalan kurang lebih 5 menit dari tempat kami duduk. Hahaha. Sesampainya disana pun, kami cuma mengganggukkan kepala (ekspresi datar dan yasudah lah yaa…). Hal ini mungkin karena kami sudah melihat Tokyo Tower dan Tokyo Sky Tree sehingga tidak terlalu ekspresif ketika melihat Sapporo TV Tower.

13:00 – 13:45 JST: Selanjutnya kami bergerak menuju Sapporo Clock TowerMenurut review, ini merupakan simbol dari kota Sapporo. Bangunannya pun kalau diperhatikan lebih bernuansa Eropa. Dan entah kenapa, lebih terdapat nuansa Eropa atau Amerika ya di kota ini.

“Butuh membeli tiket masuk sebesar ¥ 200 yen untuk bisa mengunjungi Sapporo Clock Tower.”

Terdapat guide yang bersedia membantu dalam mendokumentasikan foto dan tidak dipungut biaya.

Tidak lupa pula kami membeli souvenir khas dari Sapporo Clock Tower berupa pajangan kaca.

14:00 – 14:40 JST: Tidak jauh dari Sapporo Clock Tower, kami melanjutkan jalan kaki kami menuju Hokkaido Goverment OfficeBangunan nyentrik dengan bata merah diseluruh bangunannya. Kami berjalan kurang lebih 15 menit menuju tempat ini. Bangunan ini sangat menarik untuk dikunjungi. Ditambah suasana di dalam pun sangat bagus untuk menambah wawasan mengenai sejarah kota ini. Setelah atau sebelum masuk ke dalam gedung ini, taman yang ada disekitar gedung sangatlah indah di musim gugur.

14:45 – 15:20 JST: Setelah perjalanan panjang yang asik dan melelahkan, kami kembali ke Odori Park untuk mengisi perut yang sudah mulai memberontak. Hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk sampai ke taman ini lagi. Kali ini saya mencoba memakan ramen khas hokkaido (ramen seafood). Tidak perlu berlama-lama disini karena masih ada dua atau tiga tempat lagi yang mau kami kunjungi.

Setelah mengisi kembali “bensin”, kami pun siap melanjutkan perjalanan lagi.

15:30 – 16:00 JST: Kami pun menuju kuil Hokkaido Shrine Tongu dengan berjalan kaki sejauh 10 menitEkspektasi kami lumayan tinggi saat mau menuju kesana. Akan tetapi, sesampainya disana, kami cukup puaslah melihat kuil dari luar tanpa harus berlama-lama disana. (Agak sedikit kecewa karena tidak sesuai dengan apa yang ada dibayangan kami).

16:00 -17:00 JST: Kami melanjutkan lagi ke tempat terakhir dan saya lupa namanya. Semacam bekas pabrik yang sudah diubah jadi tempat belanja (Tolong kasih tahu ya kalau ada yang tahu). Bangunannya dari bata merah gitu dan ada cerobongnya. Tidak terlalu ada yang spesial yang dilihat disini tapi kami mampir ke Daiso untuk membeli tali pinggang. (Saya lupa bawa tali pinggang untuk pakaian conference besok hari..haha)

17:10 JST: Karena kami sudah lelah, maka kami memutuskan untuk naik bus dari tempat ini menuju Stasiun Sapporo.

Dari stasiun ini kami akan melanjutkan perjalanan menuju hotel di Susukino Station.

20:00 – 21:30 JST: Kami pergi keluar hotel untuk mencari makan malam. Tidak disangka disekitar hotel banyak sekali tempat makan khas Hokkaido. Dan malam itu pun kami kembali memilih untuk memakan ramen seafood khas Hokkaido.

22:00 JST: Saatnya kembali untuk beristirahat. Tidak lupa sebelum tidur membuka kembali file presentasi yang akan dipresentasikan besok harinya.

Demikianlah perjalanan singkat kami yang bisa saya rangkum dalam cerita “One Day Trip” Hokkaido.

Kesimpulan

  • Ada cukup banyak tempat yang bisa dikunjungi dalam satu hari di Sapporo.
  • Shiroi Koibito” adalah ole-ole khas dari Hokkaido. Silahkan mampir untuk membelinya.
  • Suhu udara di Sapporo pada pertengahan bulan September sudah cukup sejuk dibandingkan dengan Tokyo. Perlu membawa jaket hangat bagi mereka yang tidak suka dingin.
  • Pastikan anda melakukan perjalanan dengan outfit yang nyaman dipakai.

Berikut sedikit dokumentasi kami selama melakukan perjalanan di Sapporo.

IMG_4977

Sapporo Clock Tower. 

IMG_5003

Sapporo Clock Tower dilihat dari Odori Park

IMG_5007

Salah satu sudut kota saat kami berjalan dari Odori Park menuju Hokkaido Shrine Tongu.

IMG_5008

Suasana malam di dekat hotel tempat kami menginap.

Categories: Tempat Wisata

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s