Sabtu Ceria di Desa Nuklir

Tokai si Desa Nuklir

Boleh lah saya saya membuat judul seperti itu. Apakah sebuah clickbait? Bagi saya sih tidak karena sesungguhnya di Desa Tokai memang terdapat pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), Tokai Nuclear Power Plant.

map_feature3

Ada kan ya reaktor nuklir di desa Tokai dari gambar ini?

Cukup ya dengan perkenalan singkatnya. Hehehe

Akhir Pekan di Bulan Februari

Entah kenapa terkadang jadwal kegiatan di hari Sabtu jauh lebih padat dibandingkan ketika hari kerja.

Ini saya buatkan perbandingannya.. Hehehe

Jadwal hari Sabtu dimulai dari les bahasa Jepang, bermain bersama Henokh, menemani Laura belanja, ke perpustakan bersama Henokh dan Laura untuk mengembalikan dan meminjam buku buat Henokh, dll.

Jadwal hari Senin-Jumat. Pergi ke lab, mengerjakan riset, lalu pulang.

Lebih padat kan ya jadwal akhir pekan dibandingkan hari kerja? Hehehe

Berikut ringkasan aktifitas di salah satu hari Sabtu di desa nuklir.

08:30 – 09:00 JST: Estimasi jam bangun pagi, kalau Henokh sudah lebih dulu bangun maka dipastikan saya pun harus bangun karena Henokh pasti akan berusaha membanguni dengan cara merangkak ke badan. Hahaha

09:00 – 09:30 JST: Sarapan dengan Henokh. Berusaha sebisa mungkin menemani Henokh sarapan (walaupun terkadang gak sampai selesai karena harus pergi ke lab kalau dihari kerja).

10:00 -12:00 JST: Belajar bahasa Jepang di salah satu community center di Desa Tokai.

“Laura ikut les bahasa Jepang di hari lainnya”

Selagi saya les, Henokh dan maminya bersiap-siap karena biasanya kami ketemuan di salah satu supermarket (AEON MALL) untuk belanja keperluan sehari-hari.  Letak AEON yang berada di tengah-tengah antara rumah dan tempat les membuat kami memutuskan untuk bertemu langsung disana.

“Hebat euy, di desa ada AEON. Hahaha”

12:30 – 15:30 JST: Seperti bisa kebanyakan para ibu-ibu. Walaupun sudah hampir tiap hari belanja disana, tapi tetap aja bisa lama kalau belanja. (Ini masih misteri yang belum terpecahkan). Karena saya dan Henokh sudah mempelajari sistem belanja mami Henokh, maka kami pun memutuskan untuk duduk manis sambil menikmati cemilan di area food court.

16:00 – 17:00 JST: Setelah selesai makan dan berbelanja, kami pun melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan utama yaitu PERPUSTAKAAN. Ini adalah tempat dimana Henokh bisa meminjam buku-buku bacaan.

Perpustakaan di desa ini sangat terawat dan buku yang ditawarkan pun sangat banyak. Desain interior perpustakaannya pun ditata sedemikian rupa sehingga nyaman dan betah untuk berlama-lama di dalam.

Apakah perpustakaan sepi? TIDAK. Banyak anak-anak remaja (SMP dan SMA) maupun balita (tentu dengan orangtuanya) yang datang untuk meminjam atau mengembalikan buku ataupun CD. Kami pun tidak lupa untuk melakukan hal yang serupa.

“Di perpustakaan, kita bisa meminjam maksimal 10 buku selama 2 minggu.”

17:00 JST: Kami pun pulang ke rumah dengan membawa buku-buku dan belanjaan sehari-hari.

“Jarak dari rumah ke perpustakan kurang lebih 2.5 km. Jalan kaki adalah alat transportasi yang kami gunakan sehari-hari ketika beraktifitas disekitar desa Tokai”


Oiyaa, tahun 1999 pernah terjadi kecelakaan nuklir (ini adalah bahasa umum yang saya gunakan, bahasa teknisnya silahkan klik linknya) loh di desa ini. Berikut linknya: Tokaimura criticality accident.


Silahkan klik juga tulisan ini ya: Efek Radiasi Terhadap Kesehatan

Categories: Keluarga, Nuklir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s