” 2 Days Trip” Gunung Fuji (Part 2/3)

Sebelumnya di: Part 1

MINGGU MALAM

Setelah melakukan pengecekan barang bawaan, kami pun memulai pendakian sekitar pukul 19:00 JST.

Untuk mempermudah pendakian, kami membuat kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai 5 orang. Dimana di tiap kelompok ada satu orang yang sudah punya pengalaman mendakilah.

“Saya, Laura, Udin dan Rama adalah tim yang paling belakang.”

Di dalam tim ini, Rama adalah yang paling berpengalaman mendaki. Dia berbesar hati menemani kami di rombongan akhir selain itu dia juga menjadi penutup barisan yang memastikan tidak ada rombongan PPI Tokodai yang tertinggal di belakang.

“Kami bertiga (Saya, Laura, dan Udin) tidak punya target harus sampai ke puncak. Pedoman kami adalah sekuatnya saja yaa..hahaha”

19:30 JST: Perjalanan disini masih terbilang cukup mulus dan datar, belum terlihat tanjakan yang begitu memberatkan. Istri pun masih kuat membawa tas ranselnya. Selain itu kami disuguhkan dengan pemandangan kembang api yang terlihat di kejauhan. Festival kembali api (Hanabi) adalah suguhan yang menjadi favorit selama musim panas di Jepang.

20:00 JST: Setelah hampir satu jam berjalan, akhirnya kami berempat sampai di Pos 6. Teman-teman yang lain sudah tiba disini sekitar 15 menit yang lalu. Hal yang pertama saya lakukan disini adalah mengenakan jaket karena suhu udara sudah mulai dingin.

IMG_7914 copy

Annisa dan Laura sedang beristirahat di salah satu pos peristirahatan.

Perjuangan Cinta (1)

Kami (4 orang) pun hendak melanjutkan perjalanan setelah 15 menit beristirahat. Disini lah drama itu muncul.

“Sayang, udah capek kali aku. Gak kuat lagi bawa ransel, ujar Laura”.

Rama saat itu berbaik hati mau membantu membawakan tas ransel istri. Tapi yang namanya barang-barang istri, tentulah saya sebagai suami punya tanggung jawab membawanya.

“Gpp ram, biar saya aja yang bawa tasnya Laura.”

Supaya lebih memudahkan pergerakan, maka air minum (2L) dan makanan yang terasa berat dipindahkan ke tas saya. Laura hanya membawa tas ransel yang berisi minuman botol (600ml) dan cemilan ringan.

21:00 JST: Perjalanan pun sudah mulai terasa mendaki. Kami menggunakan jalur pendakian untuk pemula. Jalur ini sangat padat oleh manusia sehingga di beberapa titik terjadi kemacetan. Senter pun setia menemani perjalanan kami dimalam hari ini.

“Jaringan 4G masih bisa dinikmati sewaktu pendakian.”

Rasa lelah dan suhu yang dingin memaksa kami untuk terus berjalan maju perlahan tapi pasti. Istirahat pun hanya sebatas mengambil napas atau minum. Kalau berdiam diri maka suhu dingin akan sangat terasa menusuk ke tubuh.

Disepanjang jalan, terkadang saya dan Udin berkata: Ya ampun, kenapa kita ikut ini perjalanan, mending tidur di apato. (dengan logat khas Makasar dan Medan). Kami hanya tertawa melihat perjuangan kami mendaki Gunung Fuji.

Dilain sisi, Laura hanya banyak diam karena sudah lelah dan sesekali minta dibawain tas ransel. (Saya akhirnya membawa 2 buah tas ransel).

Sedangkan Rama, memantau kondisi kami yang kelelahan dan sesekali melihat ke belakang memastikan tidak ada yang tertinggal.

22:11 JST: Kami akhirnya sampai juga di Pos selanjutnya (sudah lupa pos ke berapa). Disini harus diakui kalau kami bertiga (Laura, Udin, dan Saya) sudah cukup lelah.

“Apa kita berhenti aja disini? Ada penginapan di pos ini. Besok pagi kita turun aja.” Begitulah tawaran saya kepada Laura dan Udin.

“Berapa sewa penginapannya? tanya Laura. 5000 yen untuk 4-5 jam (lupa) jawab saya. Yaudah lah lanjut aja sayang uangnya, ujar Laura”. 

Disini kami bertemu lagi dengan rombongan dari PPI Tokodai yang sudah sampai terlebih dahulu. Kami beristirahat sedikit lama untuk mengisi energi di dalam tubuh dengan memakan cemilan (coklat dan onigiri).

IMG_7915 copy

Udin, Irwan, Laura dan Annisa. Wajah terpaksa senyum walaupun sudah cukup lelah. Hehehe

Sebagian dari kami ada yang pergi ke toilet. Oiya, dibeberapa pos peristirahatan terdapat toilet tapi harus bayar sekitar 200 yen untuk sekali pemakaian.

Dari pos ini terlihat bahwa jalan menuju pos berikutnya lumayan curam. Kami bisa melihat barisan manusia yang mengular mulai dari tempat ini sampai ke pos berikutnya.

Setelah beristirahat, kami pun melanjutkan perjalanan. Ternyata benar, jalan yang kami lalui kali ini cukup curam. Kami harus menggunakan kedua tangan untuk merangkak naik melalui bebatuan yang besar. Mau tidak mau, istri harus menggendong kembali tas ranselnya.

IMG_7918

Sebagian rombongan PPI Tokodai yang ikut meramaikan acara mendaki Fuji 2015.

SENIN DINI HARI

01:40 JST: Setelah pendakian yang cukup panjang dan beberapa kali berhenti untuk beristirahat, akhirnya kami sampai di pos selanjutnya. Siapa sangka kami sudah berada di ketinggian 3.250 meter.


 

(tunggu cerita selanjutnya di bagian 3 ya…)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s