Diimingi gaji besar di Jepang, perhatikan beberapa hal berikut ini!

Bagi banyak orang, bekerja di luar negeri memberikan pengalaman tersendiri. Tidak hanya pengalaman, namum gaji yang lebih besar bisa jadi daya tarik utama ketika memutuskan bekerja di luar negeri.

Ketika saya pulang beberapa waktu yang lalu. Ada beberapa orang, baik saudara maupun teman yang ingin bekerja di Jepang. Kebanyakan karena diimingi gaji hingga belasan juta rupiah.

Beberapa hal yang saya tanyakan ke mereka adalah: Dapat informasinya darimana? Bekerja di bidang apa? Kerjanya di daerah mana? Sistem kerjanya bagaimana? dll.

“Ya betul, gaji di Jepang bisa mencapai belasan, puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Apalagi kalau nilai tukar Rp terhadap ¥ lagi melemah. Otomatis nilai gaji kalau dikonversi ke Rp akan menjadi besar.”

Tentunya bagi mereka yang bekerja ke Jepang, mendengar gaji mulai dari belasan juta rupiah akan sangat menggiurkan, bukan?

Berdasarkan pengalaman saya bekerja di Jepang, ada beberapa hal yang paling penting diperhatikan sebelum menerima mentah-mentah tawaran gaji belasan juta di Jepang.

1. Gaji bersih atau masih kotor?

Pada umumnya besaran gaji yang ditawarkan tersebut masih berupa gaji kotor. Artinya gaji bersih yang diterima akan berkurang jumlahnya.

2. Jenis-jenis potongan.

Pajak penghasilan, Pajak daerah, Iuran Pensiun, Asuransi Kesehatan, Asuransi tenaga kerja, dll. 

Itu adalah beberapa komponen yang dipotong setiap bulannya dari gaji anda. Tentunya setiap perusahaan mempunyai kebijakan yang berbeda-beda. Beberapa jenis potongan tersebut berdasarakan pengalaman saya bekerja di Jepang.

Besarnya potongan ini akan berbeda-beda tiap orang. Tergantung jumlah penghasilan, menikah atau belum, tanggungan hidup, dll.

3. Biaya hidup

Sewa rumah, listrik, air, gas, internet, uang makan, transportasi, dll. 

Ada baiknya mencari tahu informasi biaya hidup di daerah yang akan dituju. Dengan informasi yang jelas maka kita bisa memprediksi pengeluaran bulanan.

“Jangan pernah langsung percaya dengan ucapan POKOKNYA CUKUPLAH BISA NABUNG. Ingat, setiap orang punya kebutuhan yang berbeda-beda.”

4. Berapa gaji saya dalam Yen?

Pada umumnya gaji akan dibayarkan dalam mata uang Jepang, yaitu YEN. Tanyakan berapa besar gaji bulanan dalam YEN, bukan RUPIAH.

Misal: Gaji 100.000 yen (sekitar Rp. 13.000.000). Kalau bulan Maret kurs 1 yen=130, maka gaji Rp.13.000.000. Kalau bulan Mei kurs 1 yen =120, maka gaji Rp.12.000.000. Ribet kan? padahal biaya hidup selama di Jepang tetap menggunakan Yen. Jadi, pastikan estimasi gaji dalam Yen.

5. Fasilitas

Tidak salah untuk mencari tahu fasilitas apa yang kita peroleh. Bisa jadi kita dapat bantuan untuk biaya sewa rumah atau sejenisnya.


Demikian tulisan singkat saya. Mungkin tidak begitu lengkap tapi setidaknya bisa membantu memberikan informasi bagi mereka yang hendak/mau/ingin bekerja di Jepang.


 

4 replies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s