Terbang Bersama Henokh: Jogja-Medan

Sebelumnya di: Terbang bersama Henokh: Tokyo-Jogja

Tidak terasa liburan di rumah Ompung Jogja sudah selesai. Saatnya Henokh mengunjungi Ompung yang ada di Doloksanggul, Sumatera Utara.

“Doloksanggul adalah ibukota dari Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.”

Tips terbang bersama bayi

Kami mengusahakan untuk memilih penerbangan langsung untuk menghemat waktu serta mengurangi resiko bayi mengalami kelelahan di perjalanan.

Pada saat itu hanya ada dua maskapai penerbangan yang langsung dari Jogja ke Medan. Kami memilih menggunakan AirAsia karena penerbangannya di sore hari. Kami tidak mau mengambil resiko penerbangan pagi hari karena takut terburu buru. Maklum baru pertama kali terbang bersama bayi, jadi banyak yang perlu dipertimbangkan.

Seharusnya ini adalah penerbangan yang paling santai karena waktu tempuh dari Jogja menuju Bandara Kuala Namu (Medan) hanya sekitar 3 jam.

Bandara Adi Sucipto

Sempat terjadi delay sekitar 30 menit dikarenakan arus lalu lintas udara yang padat. Hari itu tidak banyak penumpang pesawat AirAsia tujuan Medan. Banyak terlihat kursi kosong di barisan depan pesawat. Begitu juga di barisan kursi kami, hanya diisi oleh kami berdua (Henokh masih dipangku).

Hal yang dikhawatirkan akhirnya datang

Sekitar satu jam setelah lepas landas (takeoff) dan pramugara/i sudah selesai membagikan makan malam. Kami pun berusaha untuk tidur, mumpung Henokh juga sudah tertidur pulas.

Baru saja mata ini terpejam, tiba-tiba tercium aroma yang menusuk hidung.

“Sayang, itu Henokh buang angin atau pup?”

“Henokh lagi pup.”

Mau tidak mau kami harus melakukan pergantian popok dipesawat karena masih ada dua jam lagi kalau harus menunggu tiba di Medan.

“Pup di pesawat adalah hal yang paling kami antisipasi dalam setiap penerbangan.”

Tenang Nak, Kami siap menghadapi hal ini.

Kami pun memutuskan menuju toilet di bagian depan karena paling dekat dengan kursi kami duduk.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mau mengganti popok bayi di pesawat:

  1. Pastikan pesawat terbang dalam kondisi stabil. Kalau tidak yakin, bisa tanyakan ke pramugari/a mengenai kondisi penerbangan dan berikan alasannya.
  2. Persiapkan semua peralatan pengganti di dalam tas tangan yang mudah dibawa.  Perlengkapan yang kami bawa sebelum menuju toilet: Alas tidur bayi (perlak), popok, plastik (membungkus popok yang kotor sebelum dibuang ke tempat sampah), minyak telon, hingga celana atau baju ganti. Semuanya itu ada di dalam 1 tas kecil.
  3. Simpan barang berharga anda sebelum meninggalkan kursi.

Karena ini pengalaman pertama, Mami Henokh membutuhkan bantuan saya di toilet untuk memperlancar proses pergantian popok.

Tas kecil yang berisi semua perlengkapan untuk mengganti popok. Tas ini adalah salah satu hadiah dari Desa Tokai.(Foto: Dokumentasi pribadi)

Hal yang tidak kami antisipasi:

  1. Ukuran toilet. Toilet pesawatnya tidak bisa ditutup rapat ketika kami bertiga masuk. Kalau tertutup rapat maka akan membatasi ruang gerak dalam mengganti popok.
  2. Ukuran tempat mengganti popok bayi. Ternyata ukurannya lumayan sempit atau bisa dibilang sangat pas. Perlu ekstra hati-hati dan penuh pengawasan. Benturan kepala bayi bisa saja terjadi apabila terjadi goncangan mendadak.

Melihat kondisi saat itu, kami pun mengganti popok Henokh dengan kondisi pintu toilet yang tidak tertutup rapat. Beruntungnya saat itu kursi di barisan depan kosong. Tapi, mohon maaf ya buat penumpang yang lain atas ketidaknyamanannya.

“Pengalaman kami selama di Jepang mengganti popok Henokh di tempat umum seperti mall, taman, stasiun kereta membuat kami sudah terbiasa dan bisa menyelesaikannya dengan cepat dan tuntas.”

Lima menit yang mendebarkan

Lima menit waktu yang kami gunakan mengganti popok Henokh sungguhlah mendebarkan. Selalu muncul di pikiran bagaimana kalau tiba-tiba terjadi guncangan pada saat masih mengganti popok?

Selain itu saya dan istri sudah seperti dokter dan asistennya yang sedang menangani pasien di ruang operasi. Laura berperan dalam mengganti popok dan saya harus standby  disamping mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan.

“Suami dan istri harus paham betul isi dan penempatan barang-barang yang ada di dalam tas perlengkapan bayi. Hal ini mempermudahkan kordinasi dalam situasi apapun.”

Setelah perjuangan lima menit yang menghabiskan tenaga secara fisik dan psikis. Kami pun kembali ke kursi dan memesan makanan untuk mengisi perut yang sudah kembali lapar.

Bandara Kuala Namu

Pesawat mendarat dengan sempurna di Bandara Kuala Namu sekitar pukul 10 malam. Setelah mengambil bagasi, kami pun bergegas menuju pintu keluar untuk menemui Ompung Henokh dan Uda Nawan yang stand by menunggu di luar.

IMG_9031

Selamat datang di Sumatera Utara Henokh. (Foto: Dokumentasi pribadi)

“Salah satu kelebihan bandara Kuala Namu adalah tersedianya toilet untuk mengganti popok bayi.”

 

Categories: Cerita seri, Keluarga