Mengejar Cinta (2): Boleh minta nomor HP kamu?

Sebelumnya di: Mengejar Cinta (1): Janji


Biar agak nyambung, baca juga: How I met your mother (4)


April 2010

Akhirnya urusan skripsi kelar juga. Tinggal menunggu wisuda di bulan Mei. Wah, waktunya untuk fokus mengejar Laura. Cara satu-satunya dengan kembali les ke ELTI, setelah hampir sebulan absent karena kesibukan tugas akhir.

Banyak Perubahan

Woow, ternyata banyak perubahan yang terjadi di dalam kelas dan yang paling terlihat adalah keakraban yang sudah terjalin dari Nila, AAng, Ratna, Andi, Laura dan Metha. Lumayan sering juga mereka nongkrong bareng selama menjadi les di ELTI.

“Sabtu malam ke Happy Puppy yuk. Ucap salah seorang dari kami sebelum meninggalkan ELTI.”

Karena Laura bilang OK, otomatis saya pun bilang OK. Walaupun biasanya saya lebih sering menghabiskan waktu di kosan nonton film di hari Sabtu.

“Saat itu saya sedang belajar menonton film barat dengan tidak menggunakan subtitle (Mengasah kemampuan listening).

Sabtu itu adalah pertama kalinya saya ngobrol dengan Laura diluar ELTI. Disitu juga saya mengkonfirmasi di dalam hati kalau ternyata gadis yang saya temui di HKBP itu adalah Laura.

“Aku gak bisa sampai malam ya (jam 9 malam), besok pagi mau gereja (HKBP), ujar Laura”

Makan malam bareng yuk.

Tidak terasa perjalanan kami di tempat les ini mendekati akhir. Beberapa dari kami sudah memutuskan tidak lanjut lagi karena ada yang sudah diterima kerja, sedang mencari kerja, fokus skripsi, dll.

“Sebelum kita selesai di level ini, yuk makan malam bareng. Sepertinya kami sadar kalau akan sulit bertemu di minggu-minggu setelahnya.”

AAng, Metha, Andi, Laura, Irwan, Ratna, dan Nila. Kami bertujuh akhirnya mencoba sebuah tempat makan yang baru buka di daerah Jalan kaliurang km 4.5.

Entah kebetulan atau tidak, saya berkesempatan duduk berhadapan dengan Laura. Disini kami sudah mulai ngobrol banyak hal terutama tentang rencana mencari kerja dan mau bekerja dibidang apa, dll.

Hampir semua berencana mencari kerja selepas kuliah, sedangkan saya memilih untuk lanjut sekolah dibandingkan mencari kerja.

Itu adalah makan malam bareng yang berkesan bagi saya karena bisa ngobrol dengan Laura. Selain itu, bagi saya sendiri ini makan malam pertama bareng mereka. Ternyata mereka semua orangnya sangat bersahabat dan menyenangkan diajak ngobrol banyak hal.

Parkiran Motor

Saya menyempatkan diri berbicara dengan Laura disaat teman-teman yang lain menuju kendaraan masing-masing.

“Oiya, boleh minta nomor kamu?”, ujar saya ke Laura.

“Boleh, btw kalau ada waktu mampir ke rumahlah sama Andi. Nanti tak buatin ikan mas naniura”, begitulah balasan Laura.


Sejak saat itu, proses PDKT pun dimulai.

Episode 3: PDKT

Note:

  • Sampai sekarang (udah nikah) tawaran dibuatin ikan mas naniura tidak pernah terjadi. 😌😌
  • Ikan mas naniura, masakan khas Batak Toba.
  • Mirip dengan sushi lah kalau versi Jepang.

Categories: Cerita seri, Kenangan