Celotehan Suami Istri: #4. Semuanya serba salah.

Kali ini mau menceritakan kejadian sewaktu menunggu proses kelahiran Henokh di Rumah Sakit setahun yang lalu.

Kalau dipikirkan, proses menunggu kelahiran anak adalah suatu proses yang sangat dinantikan tapi penuh emosi dan menguras tenaga.

H-1 kelahiran Henokh, kontraksi yang dirasakan oleh istri sudah sangat sakit. Walaupun, suster yang setiap kali memeriksa mengatakan itu belum puncak dari kontraksinya.

“Hahhhhh, ini belum ada apa-apanya sus?”, ujar istri dengan rasa kaget.

Lahiran ini terjadi di Jepang, jadi percakapan antara saya, istri, suster, dokter dan penterjemah(teman kerja) dilakukan dengan bahasa Inggris, Indonesia dan Jepang.

Kontraksi sudah mulai sering terjadi tapi belum yang sampai tiap 10 menit. Dalam kondisi tersebut, terjadi percakapan seperti berikut:

Laura (L); Irwan (I)

L: Aduhhh.. sakit kali ini. Sayang, pijit-pijit dulu punggung bagian bawah.

I: Ok.. Sambil menghampiri dan mulai memijit pelan-pelan. Gimana udah lumayan?

L: Iya, udah gak terlalu sakit lagi.

Proses ini berlangsung sekitar 15 menit. Lalu istri kembali ke tempat tidur buat istirahat. Sedangkan, saya kembali beristirahat ke sofa.


1 jam kemudian


L: Aduhhh.. sakit lagi ini. Lebih sakit ini.

I: (Bangun dari sofa, dan berusaha untuk mijitin punggungnya lagi)

L: Jangan dipijit lohh.. Tambah sakit ini !!!

I: Lahhh, tadi dipijit jadi lebih nyaman. Kenapa sekarang kondisinya terbalik sihh??!!

L: Gak tahuuu !! (sambil mengerang kesakitan).. Udah, duduk aja kamu disana!!

I: Ok.. (duduk sambil mulai main HP)

L: Kenapa main HP sih!! Istrinya lagi kesakitan!!!

I: Lah, tadi katanya duduk aja.

L: Iya lohhh.. Duduk aja tapi bukan main HP!!

I: Ok2.. (sambil meletakkan HP di meja).

L: Ihhhhh… sakit kali kontraksinya.. Kamu kenapa duduk aja sih. Bantuin donk. Ini malah duduk aja!! (nada suara sudah judes)

I: Sumpahhh cui… Ini maumu apaan sih? Duduk salah, main hp salah, tidur salah, semuanya salah cui..Panggil suster aja yaaa..

L: Gak usah protes-protes dehh!!

I: …..(cepatlah datang suster)

Suster pun akhirnya datang dan memeriksa kembali. Ternyata masih belum ada tanda-tanda lahiran akan terjadi dalam hitungan jam.

“Kemungkinan bakalan seperti ini sampai 12 jam kedepannya”, begitulah jawaban susternya.

Mendengar hal itu, Laura pun kembali kaget. Ya ampun selama itu kah proses menunggu lahiran ini.


Di Rumah Sakit ini, mereka punya motto:

Tidak ada proses melahirkan tanpa rasa sakit.

Kalau kami mengingat kembali proses selama di Rumah Sakit, kadang bisa tertawa sendiri apalagi banyak ocehan-ocehan Laura yang untungnya dalam Bahasa Indonesia jadi suster atau dokter tidak ada yang tahu artinya.Hahaha

Categories: Cerita seri, CSI, Keluarga