Pengalaman Ngekost di Pulau Buatan ‘Odaiba’ Jepang.

Abstrak

Salah satu asrama mahasiswa yang tersedia bagi mahasiswa asing khususnya kampus Tokyo Institute of Technology (Tokyo Tech) adalah Tokyo International Exchange Center (TIEC) yang terletak di Odaiba, Tokyo. Tinggal di Odaiba yang merupakan salah satu pulau buatan di Tokyo dan terkenal sebagai salah satu tempat wisata tentunya mempunyai daya tarik tersendiri. Tulisan ini akan membagikan kisah pengalaman selama tinggal di Odaiba dari segi kelebihan maupun kekurangannya.

Kata kunci: Asrama TIEC, Odaiba, Berbagi pengalaman.

Pendahuluan

Salah satu kebutuhan bagi mahasiswa asing yang belajar di Jepang adalah tempat tinggal. Ada banyak universitas yang menyediakan tempat tinggal bagi para mahasiswa baik itu mahasiswa Jepang maupun mahasiswa asing. Khususnya untuk mahasiswa asing di Tokyo Tech, pihak universitas menyediakan beberapa lokasi asrama yang bisa ditempati bagi mahasiswa baru khususnya mahasiswa asing. Akan tetapi, beberapa asrama pada umumnya hanya bisa ditempati selama satu tahun saja. Hal ini tentunya membuat mahasiswa harus mencari tempat tinggal yang baru di tahun berikutnya.

Selain asrama, tentu mahasiswa bisa mencari kost-kostan (atau biasa disebut apato dalam Bahasa Jepang) yang banyak tersedia di sekitar kampus. Akan tetapi, biaya awal yang dikeluarkan untuk menyewa sebuah kamar kost tergolong cukup tinggi. Sebagai gambaran, uang awal yang dibutuhkan untuk menempati kos-kosan di Jepang adalah sekitar 3-5 kali dari harga sewa bulanan.


Salah satu cerita yang membahas tentang biaya tinggal di Tokyo: Mengoptimalkan beasiswa MEXT untuk pemenuhan kebutuhan hidup di Tokyo bagi mahasiswa doctoral (S3) yang membawa keluarga


Nah, dilema ini tentunya akan membuat sebagian mahasiswa berpikir apakah ada pilihan untuk tinggal di asrama dengan jangka waktu lebih dari satu tahun? Bagaimana dengan yang berkeluarga, adakah asrama buat mahasiswa yang membawa serta keluarganya? Jawabannya, ADA. Tokyo International Exchange Center (TIEC) adalah salah satu asrama yang menyediakan tempat tinggal baik untuk mahasiswa single maupun yang berkeluarga.

Tulisan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman secara lengkap selama tinggal di TIEC. Dengan pengalaman ini, tentunya bisa memberikan gambaran sebelum memutuskan apakah tinggal di TIEC atau memilih untuk ngekost.

Tokyo International Exchange Center (TIEC)

TIEC adalah asrama mahasiswa ini dikelola oleh Japan Student Service Organization (JASSO). Mahasiswa asing yang kuliah di Tokyo Tech adalah satu dari beberapa universitas yang bisa mendaftarkan diri untuk bisa tinggal di TIEC. Asrama ini berlokasi di Odaiba, salah satu pulau buatan di Tokyo, yang dapat diakses menggunakan monorel “Yurikamome” line ataupun subway “Rinkai” line.

TIEC menyediakan empat buah gedung yaitu Gedung A, B, C, dan D. Masing-masing gedung mempunyai karakteristik tersendiri.

Gedung A dan B, dikhususkan bagi mahasiswa asing yang berstatus single. Sedangkan Gedung C dan D khusus bagi mereka yang sudah berkeluarga.

IMG_9511
Terlihat Gunung Fuji dari beranda kamar.

Fasilitas yang ditawarkan TIEC

Setiap gedung mempunyai fasilitas yang berbeda beda dan tentunya semakin lengkap akan berpengaruh terhadap harga sewa per bulannya. Selain itu, ada juga fasilitas umum yang bisa dinikmati oleh setiap penghuni asrama TIEC.

Berikut ini beberapa fasilitas umum yang ditawarkan kepada semua penghuni:

  • Gymnasium dan Training Room. Di gymnasium terdapat lapangan basket, badminton, futsal, hingga tennis meja. Semua fasilitas tersebut bisa digunakan secara gratis tetapi harus mendaftar ke bagian administrasi sebelum menggunakannya. Sedangkan untuk Traning Room sendiri sudah dilengkapi berbagai macam alat kebugaran seperti yang terdapat di fitness center pada umumnya. Untuk training room, bisa digunakan secara langsung tanpa melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Kedua fasilitas ini terdapat di gedung ‘Plaza Heisei’ yang mana dilengkapi pula oleh shower room. Sehingga sehabis berolahraga bisa langsung bersih-bersih di kamar mandi.
  • Ruang Rapat dan SeminarSalah satu aktifitas yang diselenggarakan oleh pihak pengurus TIEC adalah seminar yang dibawakan oleh penghuni TIEC. Karena penghuni asrama berasal dari latar belakang jurusan dan ilmu yang berbeda beda, maka mengikuti seminar santai mengenai penelitian yang dikerjakan oleh salah satu penghuni asrama menjadi salah satu pilihan mengisi waktu kosong di hari Sabtu.
  • Minimarket (konbini). Salah satu hal yang menyenangkan di TIEC adalah tersedianya konbini yang berada di lingkungan TIEC dan beroperasi 24 jam setiap hari. Hal ini memudahkan apabila tengah malam terasa lapar dan tidak ada makanan di dalam kamar. Konbini ini terletak di dekat Gedung B.
  • Studio musik. Bagi mereka yang suka bermain musik seperti piano atau mau ngeband, terdapat studio musik yang dibisa digunakan secara gratis. Studio ini terdapat di lantai dasar Gedung B.
  • Parkir Sepeda hingga Mobil. TIEC juga menyediakan fasilitas parkir untuk sepeda secara gratis sedangkan untuk mobil atau sepeda motor dikenakan biaya bulanan. Tapi tenang saja, biaya parkirnya jauh lebih murah dibandingkan tempat parkir pada umumnya yang ada di Tokyo.

Selanjutnya, mari kita bedah tipe kamar dan fasilitas yang terdapat didalamnya untuk setiap gedung.

  • Gedung A. Tipe kamar yang ada di Gedung A adalah tipe studio dengan luas sekitar 20 m2 dengan tipe ruangan western style (bukan menggunakan lantai tatami). Fasilitas yang tersedia di dalam kamar: kamar mandi, toilet, microwave, AC, tempat tidur, lemari pakaian, meja dan kursi belajar beserta rak buku yang besar, dan telepon. Tidak semua kamar mandi dalam di Gedung A mempunyai bathtub. Fasilitas umum yang tersedia di setiap lantai: dapur, ruang diskusi dilengkapi dengan TV, coin laundry, vacuum cleaner.
  • Gedung B. Tipe kamar yang ada di Gedung B adalah tipe studio dengan luas 30 m2. Fasilitas yang tersedia di dalam kamar hampir sama dengan yang ada di Gedung A, bedanya mesin cuci dan dapur terdapat disetiap kamar. Tidak semua kamar mandi di Gedung B mempunyai bathtub. Dapur yang ada di dalam kamar menggunakan sistem IH heater.
  • Gedung C. Gedung C menawarkan ruangan dengan luas 80 m2 atau 2LDK (2 kamar, 1 living room, 1 dining room, dan 1 kitchen). Fasilitas yang terdapat di dalam ruangan adalah: kamar mandi dalam, toilet, rak buku, kulkas, AC, telepon, mesin cuci, ruang belajar, dll. Tidak semua kamar mandi di Gedung C mempunyai bathtub. Dapur yang digunakan menggunakan sistem IH heater.
  • Gedung D. Tipe kamar yang ada di Gedung D mempunyai luas 100 m2 atau 3LDK. Fasilitas yang ada di dalam kamar hampir sama dengan apa yang tersedia di Gedung C.

Harga Sewa

Setelah kita mengetahui semua fasilitas yang diperoleh, mari kita lanjutkan dengan hak yang terpenting, yaitu harga sewa setiap bulannya. Harga sewa kamar untuk Gedung A, B, C dan D tentunya berbeda-beda.

Biaya yang perlu dibayarkan diawal adalah deposit sebesar satu bulan sewa dan uang sewa bulan itu. Artinya hanya butuh menyiapkan dana sebesar dua kali biaya sewa.

Tabel 1. Daftar harga sewa tiap bulan sesuai tipe gedung.

Tipe GedungHarga Sewa per bulan
A¥ 35.000
B¥ 52.000
C¥ 74.500
D¥ 86.500

Harga sewa ini belum termasuk dengan biaya ulititas dan telepon.

Proses pendaftaran.

Mengingat bahwa asrama TIEC diperuntukan bagi beberapa institute, maka proses pendaftaran dilakukan di universitas masing-masing. Untuk Tokyo Tech, aplikasi pendaftaran dapat dilakukan di bagian Student Support Division.  Hanya mereka yang telah lolos seleksi yang bisa masuk menjadi bagian dari TIEC.

Pengalaman tinggal di Gedung A.

Saat itu, saya melamar untuk bisa menempati Gedung A di TIEC. Hal yang pertama dilakukan setelah lolos seleksi adalah mendatangi bagian administrasi TIEC yang berada di Plaza Heisei untuk proses administrasi dan serah terima kunci. Selanjutnya melakukan pengecekan ke kamar didampingi oleh staff TIEC.

IMG_9534
Rute jalan setiap hari dari TIEC menuju Stasiun Tokyo Teleport.

Berikut ini akan saya jabarkan poin-poin penting selama tinggal di TIEC:

  • Biaya utilitas tinggi. Salah satu biaya bulanan yang wajib dikeluarkan selain uang sewa adalah listrik dan telepon. Sistem pembayarannya listrik dan telepon adalah pra bayar. Kita harus mendepositkan sejumlah uang sebelum menggunakan utilitas tersebut. Terdapat potongan ¥110 setiap hari untuk uang listrik meskipun tidak ada pemakaian. Begitu juga dengan tagihan telepon yang dipotong ¥10 per hari. Jadi semisalnya anda pulang kampung selama sebulan maka otomatis uang listrik yang sudah didepositokan akan berkurang sebesar ¥3.300. Saya pernah pergi selama seminggu dan lupa mengecek saldo listrik yang tersisa. Hasilnya sewaktu pulang, listrik di kamar tidak bisa menyala karena saldonya sudah minus. Saya harus melakukan pengisian saldo listrik terlebih dahulu. Total biaya utilitas yang saya habiskan setiap bulannya sekitar ¥ 9.000 – ¥ 10.000. Tidak ada biaya gas karena masak dilakukan di dapur umum. Tips: Belajar di ruang belajar bisa membantu meringankan biaya listrik terutama disaat musim panas dan dingin. Biaya listrik ini tentunya akan lebih mahal untuk Gedung B, C, dan D mengingat adanya mesin cuci hingga dapur di dalam kamar. Info dari beberapa teman, untuk Gedung B kisaran ¥ 15.000 dan untuk Gedung C dan D sekitar ¥ 30.000 (tergantung jumlah anggota keluarga).
  • Biaya commuter ke kampus mahal. Salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang dalam memilih lokasi tinggal adalah jarak dan biaya kereta yang dikeluarkan menuju ke kampus (dalam hal ini Tokyo Tech). Saat itu, biaya kereta yang saya keluarkan setiap bulan adalah sekitar ¥ 7.500 dari Stasiun Tokyo Teleport hingga Stasiun Ookayama. Rute yang ditempuh setiap hari: Tokyo Teleport – Oimachi menggunakan Rinkai Line selanjutnya dari Oimachi – Ookayama menggunakan Oimachi Line.
  • Waktu tempuh dari TIEC ke Stasiun Tokyo Teleport masih normal. Waktu yang dibutuhkan untuk berjalan kaki dari TIEC ke Tokyo Teleport sekitar 15 menit. Selain itu, tersedia juga bus umum (berbayar) dan shelter bus (gratis). Akan tetapi, jadwal bus baik itu yang berbayar maupun yang gratis cukup terbatas. Khusus untuk shelter bus, anda bisa turun di pemberhentian terakhir (Museum Miraikan). Hal ini dikarenakan lokasi museum tepat berada diseberang asrama TIEC. Akan tetapi, waktu tempuhnya kurang lebih 15-20 menit juga karena anda akan diajak berkeliling Odaiba terlebih dahulu.
  • Tips menghadapi cuaca ekstrem. Kadang ada saatnya hujan lebat turun atau panas terik di musim panas yang cukup membuat galau untuk berjalan kaki menuju stasiun. Belum lagi, jadwal bus yang sudah ketinggalan. Paling gampang ya tinggal telepon taksi tapi sebagai mahasiswa terkadang pilihan itu semacam berat untuk dilakukan. Salah satu cara yang saya lakukan adalah berjalan kaki kurang lebih 5 menit dari TIEC menuju mall terdekat (Diver City). Selanjutnya, saya melanjutkan jalan kaki menuju stasiun dari dalam mall karena pintu keluar mall ini langsung di depan stasiun Tokyo Teleport. Ide ini cukup sederhana tapi tidak banyak yang melakukannya.
  • Belanja di Oimachi Stasiun. Karena Odaiba terkenal sebagai daerah wisata, maka tidak banyak ditemui supermarket murah untuk kebutuhan sehari-hari terutama bagi mereka yang masak setiap harinya. Ditambah lagi suasana malam hari yang cukup sepi mengingat banyak pusat perbelanjaan yang sudah tutup di atas jam 10 malam. Untuk kebutuhan dapur sehari-hari, saya menyempatkan diri untuk mampir ke supermarket (Ito Yokado) yang berada tepat didepan stasiun Oimachi.
  • Olahraga malam. Kegiatan penelitian di lab sering kali membuat saya harus pulang larut malam bahkan mendekati tengah malam. Permasalahannya adalah jadwal kereta terakhir untuk Rinkai Line jauh lebih cepat dibandingkan dengan Oimachi Line. Ditambah lagi dari Oimachi Line menuju Rinkai Line dibutuhkan waktu cukup lama (jalan kaki) karena Rinkai Line dari Oimachi menuju Tokyo Teleport menggunakan jalur bawah tanah. Kalau tidak salah harus turun sekitar 5 lantai. Tidak jarang saya harus berlari di menurunin setiap anak tangga demi mengejar kereta. Terdapat satu atau dua buah lift, tapi terkadang lama menunggu antrian atau banyak pengguna yang terkadang turun di lantai yang berbeda beda.
  • Memanfaatkan semua fasiitas. Salah satu yang membuat saya tertarik tinggal di TIEC adalah adanya Training Room. Tentu saja saya memanfaatkan fasilitas tersebut di malam hari selepas pulang penelitian. Training room ini cukup ramai di malam hari terutama di hari kerja. Selain itu, di TIEC banyak terdapat grup sesuai hobi masing-masing penghuni. Saya ikut bergabung dengan grup badminton. Selain bisa bermain badminton, bisa juga untuk menambah teman.

Kesimpulan dan Saran

Mempunyai kesempatan tinggal di pulau buatan ‘Odaiba’ saja sudah menjadi pengalaman tersendiri mengingat Odaiba adalah tempat yang sering saya kunjungi untuk sekedar melepas penat dari dunia penelitian.

Selain itu, tentunya harga sewa yang relatif murah untuk Gedung A dengan total biaya pengeluaran mulai dari tempat tinggal, utilitas dan commuter yang masih dalam jangkauan menjadi faktor penting dalam memutuskan untuk tinggal disini. Mengingat saat itu semua kebutuhan hidup selama di Jepang ditanggung oleh beasiswa MEXT.

Akan tetapi, bagi mereka yang berkeluarga dan ditopang oleh beasiswa MEXT mungkin akan cukup berat mengingat biaya sewa hampir setengah dari total beasiswa yang diterima. Hal inilah yang memutuskan saya untuk tidak melanjutkan tinggal di TIEC pada saat istri hendak ikut tinggal di Jepang.

Demikian sedikit berbagi pengalaman selama tinggal di asrama TIEC.

Referensi

https://www.jasso.go.jp/en/kyoten/tiec/residence/index.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s