Pengalaman Tinggal di Desa Tokai Jepang (2)

Salah satu hal wajib yang harus dilakukan ketika pindah di Jepang adalah mengurus administrasi kepindahan. Saya sudah mengantongi surat keluar dari tempat tinggal saya yang dulu. Surat inilah yang harus saya bawa ke Kantor Desa untuk mendaftarkan diri sebagai penduduk di desa Tokai.

Seperti di tulisan saya sebelumnya, pengurusan administrasi di Jepang bisa dibilang cukup mudah dan tidak perlu menggunakan ‘oknum atau calo’ untuk mempermudah urusan.

Baca juga: https://liapto.com/2020/04/28/jepang-mengajarkan-ku-1-taat-administrasi/

Setelah semua urusan administrasi selesai, saya memperoleh bingkisan dari Tokai berupa Buku Panduan Hidup di Desa Tokai.

Banyak hal yang menarik yang ditawarkan oleh desa ini seperti: Informasi transportasi umum, Tempat Wisata di Desa Tokai, Kelas Bahasa Jepang, Pelayanan Taksi Desa, Tempat olahraga dan gymnasium, peta Desa Tokai, dll.

Transportasi Umum

Terdapat beberapa transportasi umum yang bisa digunakan di desa Tokai, yaitu: bus, taksi reguler dan taksi khusus.

  • Bus. Terdapat beberapa rute bus yang ada di desa Tokai. Kami menggunakan rute Tokai Station – Hitachi Seaside Park atau Tokai Station – Ibaraki East Hospital. Kedua jalur bus ini melewati dormitory tempat kami tinggal. Informasi yang terdapat di buku panduan Tokai mengenai jadwal bus sepertinya kurang diperbaharui (2018). Awalnya, saya cukup optimis karena rute tersebut mempunyai jadwal yang cukup banyak (hampir setiap jam ada bus yang lewat melalui rute tersebut). Untuk harga tiketnya sendiri dipatok berdasarkan jarak. Harga tiket dari Tokai Station menuju Hitachi Seaside Park sekitar ¥ 530. Sedangkan dari Tokai Station ke Minowa Dormitory sekitar ¥ 330.
  • Taksi reguler. Hampir sama seperti kebanyakan taksi yang ada di Jepang dimana tarif yang digunakan adalah ¥730 untuk 2 km pertama. Sejauh ini ada dua taksi yang beberapa kali kami gunakan, yaitu JOTO Taxi dan SUN Taxi, terutama pada saat istri sedang hamil.
  • Taksi khusus (Ainori-kun). Taksi ini adalah layanan khusus yang disediakan oleh desa Tokai kepada warganya. Taksi ini bisa menghantarkan kita kemana saja selama itu berada di Desa Tokai. Tarif yang dibayarkan pun cukup murah dibandingkan dengan taksi reguler. Biasanya tarif ini disesuaikan dengan kondisi penumpangnya (ibu hamil, anak kecil, nenek, kakek, orang dewasa) tapi harga paling mahal yang dibayarkan adalah ¥300 untuk satu kali penggunaan jasa Ainori-kun. Untuk mendapatkan jasa taksi ini, kita harus mendaftarkan semua anggota keluarga ke bagian administrasi Ainori-kun yang terdapat di kantor desa Tokai. Karena ini taksi khusus, maka terdapat jam operasional yaitu dari jam 08:00 – 16:30 setiap hari Senin sampai Sabtu. Taksi ini tidak bisa digunakan dihari Minggu maupun hari libur nasional.
Salah satu informasi yang ada di buku panduan Tinggal di Desa Tokai

Dari informasi awal yang saya terima, sepertinya saya cukup optimis untuk tinggal di Minowa Dormitory walaupun lokasinya berada di tengah-tengah persawahan dan tidak ada supermarket atau minimarket di sekitarnya. Akan tetapi, baru seminggu saya tinggal di desa ini, terjadi perubahan jadwal bus dimana jadwal bus di siang hari telah ditiadakan untuk rute Minowa Dormitory – Tokai station. Bagi saya, hal ini tidak begitu bermasalah karena saya berada di lab dari pagi hingga sore hari. Akan tetapi, ini menjadi masalah besar bagi istri. Bagaimana nantinya dia bisa pergi belanja ke supermarket? Bagaimana kalau bosan di rumah dan ingin jalan kota sebelah? Banyak pertimbangan yang akhirnya dipikirkan hanya gara-gara jadwal bus yang berubah.

Advertisements

Pada saat saya pindah ke Desa Tokai, istri sedang berada di Indonesia untuk menyelesaikan beberapa urusan. Hal ini membuat istri belum mengetahui secara langsung kondisi Desa Tokai saat itu.

Melihat situasi tersebut, akhirnya saya berdiskusi dengan pak bos di tempat kerja untuk minta dicarikan dormitory yang lokasinya berada di sekitar stasiun. Bersyukur banget karena pak bos sangat baik hati membantu semua proses dari awal hingga pindah ke dormitory yang baru.

Hasilnya, saya hanya tinggal di Minowa Dormitory kurang dari satu bulan. Setelahnya, kami pun tinggal di dormitory yang baru, Hyakutsukahara Dormitory, dan lokasinya berada di “downtown” desa Tokai dan hanya berjarak sekitar 1.5 km dari stasiun Tokai.

Barang pindahan dari Minowa ke Hyakutsukahara dormitory.

Categories: Desa Tokai, Tentang Jepang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s