Pengalaman Tinggal di Desa Tokai Jepang (7)

Di Desa Tokai, disediakan fasilitas bermain indoor untuk anak-anak mulai dari usia kurang dari satu bulan. Fasilitas ini dinamakan “Jidoukan”. Jidoukan sendiri dikelolah oleh pemerintah daerah sehingga setiap anak bisa menikmati semua fasilitas yang disediakan secara gratis.

Pada umumnya Jidoukan ini hampir sama seperti sebuah hall yang cukup luas dan terdapat berbagai macam jenis mainan anak-anak dan buku bacaan anak. Mainan yang tersedia pun adalah jenis mainan yang dapat membantu motorik anak-anak. Intinya mainan yang disediakan bisa membantu kecerdasan dan daya tangkap si anak.

Selain itu, terdapat staf yang ikut serta bermain dengan anak-anak dan di jam-jam tertentu akan membacakan buku hingga bernyanyi bersama.

Anak kami sendiri, Henokh, sudah mulai ikut menikmati fasilitas ini sejak usia sekitar 7 bulan. Ada beberapa alasan kenapa mami Henokh membawanya ke Jidoukan: ruang bermain yang luas sehingga Henokh bisa merangkak dengan bebas, bertemu dengan banyak anak-anak yang seangkatan, hingga belajar beradaptasi pada kondisi yang ramai. Hal penting lainnya adalah anak diajak untuk belajar berbagi karena mainan yang terdapat disana bukan milik sendiri melainkan milik bersama.

Rindu Bermain ke Jidoukan

Salah satu syarat bisa bermain ke Jidoukan adalah anak dalam kondisi sehat. Sayang sekali di awal Januari yang lalu Henokh sedang terkena batuk sehingga tidak etis untuk membawanya ke Jidoukan karena takut menulari anak yang lain. Ditambah lagi dengan kasus COVID19 yang sejak awal tahun 2020, maka kami pun memutuskan untuk tidak pergi kesana. Selain itu, sejak bulan Maret hingga akhir Mei yang lalu pun banyak fasilitas umum termasuk Jidoukan yang menutup seluruh kegiatan untuk mencegah penyebaran virus COVID19.

Hingga akhirnya di minggu kedua bulan Juni, Henokh dan maminya berencana kuat bermain ke Jidoukan karena fasilitas ini sudah dibuka kembali. Mereka pun bersepeda dari rumah menuju ke Jidoukan yang berjarak sekitar 1.5 km dari rumah.

Peraturan Baru di Jidoukan

Ternyata hari itu mereka tidak boleh masuk ke Jidoukan karena ada beberapa hal baru yang berbeda dengan kondisi sebelum adanya pandemi COVID19.

1. Harus registrasi melalui telepon terlebih dahulu.

2. Jam operasional hanya dari pukul 10:00 – 12:00. Kondisi sebelumnya Jidoukan dibuka hingga jam 16:00.

3. Terdapat pembatasan jumlah orang yang bisa berkunjung dalam satu hari.

Dengan adanya pembatasan jam operasional dan pembatasan jumlah orang, maka ada beberapa kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan seperti kegiatan bernyanyi dan membaca bersama yang dipandu oleh staf yang bertugas.

Setelah mengetahui aturan baru tersebut, Henokh dan maminya pun pergi ke Jidoukan keesokan harinya. Ternyata Henokh langsung bisa menikmati suasana bermain disana hingga maminya dibuat lelah mengejar Henokh yang berlari kesana kemari. Disisi lain, kelelahan maminya tentunya terbayarkan dengan melihat Henokh yang begitu aktif dan menikmati bermain bahkan bermain dengan anak-anak lainnya.

Categories: Desa Tokai, Tentang Jepang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s