5 Etika yang perlu diketahui sebelum ke Jepang.

Sudah sering dengar pepatah ” Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” kan? Pepatah ini tentulah sangat tepat bagi kita yang hendak datang berwisata atau berkunjung ke tempat yang baru. Salah satu negara yang banyak dikunjungi untuk berwisata adalah Jepang.

Sebelum kita berkunjung, ada baiknya kita pahami dulu lima etika yang ada di Jepang.

  1. Budaya Antri. Etika mengantri bisa terlihat dibanyak tempat di Jepang, seperti mengantri di stasiun, mengantri di restoran, mengantri di toilet umum, dll.
    • Antri di Stasiun. Bagi mereka yang hendak menggunakan kereta, maka wajib diketahui bahwa kita harus mengantri di jalur yang sudah ditentukan. Selain itu, utamakan penumpang yang hendak keluar dari kereta.
    • Antri di Restoran. Pada saat jam makan siang maupun makan malam, banyak restoran yang terkadang penuh hingga membuat pelanggan harus menunggu. Demi menjaga ketertiban, biasanya tuliskan nama dan jumlah orang yang hendak makan di kertas yang sediakan. Selanjutnya, silahkan mengantri di tempat yang sudah disediakan.
    • Antri di Toilet (pria). Biasanya ada dua jalur, yaitu antrian untuk buang air kecil dan buang air besar. Perhatikan posisi anda sudah di jalur yang benar.
  2. Tepat waktu. Hampir semua orang sudah mengenal Jepang dengan tepat waktunya. Kalau anda melihat jadwal kedatangan kereta di stasiun tertulis 15:32, maka kereta itu pasti akan datang jam 15:32. Demikian pula ketika hendak menghadiri pertemuan (meeting) dengan orang Jepang. Kalau acara dimulai pukul 13:10, maka dipastikan acara akan dimulai pukul 13:10 meskipun semua peserta sudah berada di dalam ruangan dari pukul 13:00.
  3. Eskalator. Ada hal penting yang harus diperhatikan ketika menggunakan eskalator. Hal ini sangat penting diketahui demi menjaga kenyamanan bersama di ruang publik. TOKYO sekitarnya: Silahkan gunakan jalur sebelah kiri apabila hendak berdiri di eskalor, dan silahkan gunakan jalur di sebelah kanan apabila ingin mendahului sambil berjalan di eskalator. Osaka: Posisinya berkebalikan dengan yang diterapkan di Tokyo.
  4. Tidak ada uang tip. Sehabis makan di restoran, menginap di hotel, menggunakan jasa perjalanan, maka cukup mengucapkan terima kasih tanpa harus memberikan uang tip.
  5. Buang sampah sesuai jenisnya. Hal yang terakhir ini mungkin sangat membingungkan bagi banyak orang asing. Peraturan pengkatagorian sampah berbeda-beda hampir disetiap kota. Tetapi pada umumnya penggolongan ini bisa dibagi menjadi empat, yaitu: sampah bakar, sampah plastik, sampah botol dan sampah kaleng. Keempat jenis katagori ini paling sering ditemukan di tempat umum seperti stasiun kereta, minimarket dan mall (area food court). Sedangkan bagi mereka yang hendak tinggal di Jepang untuk sekolah, kerja, dll maka wajib membaca aturan dan pengkatagorian sampah yang lebih detail. Contoh: di Desa Tokai, untuk sampah botol maka tutup botol dan label plastik yang biasanya ada di botol masuk kedalam katagori sampah bakar. Sedangkan botolnya masuk ke sampah botol.

Demikianlah sekilas informasi mengenai beberapa hal yang perlu kita pahami sebelum datang ke Jepang.

Categories: Tentang Jepang

2 replies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s