Celotehan Suami Istri (CSI): #12. Drama Hujan Dadakan

Malam ini, kami sedang menikmati malam sambil bercerita santai ditemani oleh anak kami, Henokh, yang sedang ikut duduk sambil mendengar orangtuanya bercerita.

Salah satu kejadian yang membuat kami tertawa terbahak-bahak hingga Henokh heran, adalah kisah di bulan September 2019. Kejadian di hari Minggu sore yang tidak mungkin kami lupakan.

Seperti biasanya, hari Minggu kami cukup sibuk untuk mempersiapkan diri berangkat ke gereja. Ibadah gereja yang dimulai pukul 18:00 JST membuat kami harus mempersiapkan banyak hal terutama untuk Henokh. Setiap minggu, kami berusaha untuk tiba di gereja sekitar pukul 17:00 – 17:30 JST untuk mempersiapkan beberapa hal sebelum ibadah dimulai.

Pagi harinya, kami melihat ramalan cuaca yang memberitahu akan ada hujan di sore hari sekitar pukul 16:00 hingga malam hari. Untuk mencegah kehujanan, kami pun berencana berangkat lebih cepat dari rumah dengan menggunakan bus menuju stasiun Tokai. Berdasarkan informasi dari Google Map, ada bus dari halte di dekat rumah pukul 14:49 JST. Karena jarak dari rumah ke halte sekitar 5 menit jalan kaki, maka kami pun keluar dari rumah pukul 14:35 JST.

Karena kami tahu akan turun hujan, maka kami tidak membawa stroller Henokh supaya lebih ringkas.

Menunggu Bus

Halte busnya hanya berupa tiang kecil berisi jadwal kedatangan bus dan tidak mempunyai tempat duduk dan tempat berteduh.”

Mami Henokh dan Halte bus.

Kami tiba lebih cepat di halte bus dan tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15:00 JST tapi bus juga belum tiba. Hal yang wajar ketika bus datang terlambat karena ada kemungkinan terjadi kemacetan.

Hujannya Turun

Masih asik mengobrol sambil menunggu bus, tiba-tiba tanpa pemberitahuan ataupun aba-aba hujan turun dengan derasnya. Otomatis, kami langsung membuka payung dan diam di tempat.

L: Sayang, hujannya deras amat nih. Payungin bagian belakangku biar gak basah. Aku mayungin bagian depan biar Henokh gak basah.

I: OK. Tapi aku jadi basah cui. Gimana ini, mana busnya gak muncul-muncul. Mau nunggu atau telpon taksi?

L: Nunggu aja 5 menit lagi.

Hujan masih turun dengan lebatnya, celana bagian bawah sudah mulai basah, sepatu juga sudah mulai basah.

I: Sayang, kaos kaki mu basah gak?

L: Nggak sih, kenapa?

I: Aseemmm, berarti sepatuku bocor nih bagian bawahnya, kaos kakiku udah terendam air. Kebanjiran sepatu sebelah kanan. Pulang dulu aja lah kita, nanti naik taksi aja dari rumah ke stasiun.

L: Yakin?

I: Hemmmm, nunggu dulu aja deh 5 menit lagi.. Hahaha

L: Henokh gimana? Basah gak gendongannya?

I: Henokh aman, kakiku yang gak aman, udah terendam air yang sebelah kanan. Ayok pulang aja dulu.

Akhirnya, kami pun menyebrang jalan hendak menuju ke rumah.

I: Sayang, ayo nyebrang lagi!!!! Itu busnya udah mau datang…Dikerjain sama bus bah kita.

L: Huahahahaha..

Kami pun bergegas menyebrang kembali menuju halte bus. Bersamaan dengan itu, tiba juga akhirnya bus yang ditunggu-tunggu. Sambil sedikit menggerutu dengan bahasa Indonesia, kami pun naik ke dalam bus.

Ya ampun, ternyata ada dua orang ibu-ibu Indonesia di dalam bus tersebut yang sepertinya mendengar ocehan kami. Hahaha.

Sambil kenalan singkat, ternyata mereka bekerja di salah satu lembaga pemerintahan yang sedang mengikuti traning di tempat saya bekerja.

Perkenalan dan cerita yang sangat singkat mengingat jarak dari halte tersebut menuju stasiun hanya berkisar 5 menit menggunakan bus.

Dibecandain sama hujan

Belum lagi sampai di stasiun, hujan sudah berhenti total. Benar-benar berhenti dan langit langsung cerah lagi. Awan hitam yang berada di Desa Tokai selama 20 menit tersebut hilang ntah kemana.

Ya ampun, rencana mau berangkat cepat biar gak kehujanan, malah jadi kehujanan. Hahaha

I: Sayang, ayo beli sepatu sama kaus kaki dulu di toko sepatu yang di Stasiun Mito.

L: Hahhh? Beli sepatu? lah kan yang basah kaos kaki?

I: Lah, kalau beli kaus kaki doank, ntar basah lagi donk kakiku. Kan yang bermasalah sepatunya.

L: Pandai kali bah, sengaja kau kan pakai sepatu yang bocor biar bisa beli sepatu lagi. Itu di lemari masih ada sepatumu.

I: Hahahaha…

Kejadian ini cukup membuat Laura tertawa terpingkal-pingkal kalau mengingat kejadian itu.

Perlu gak ya Dana Pensiun?

Saya termasuk salah satu dari mungkin ribuan orang yang tidak begitu peduli dengan yang namanya dana pensiun. Bukti utamanya adalah saya merasa dana pensiun yang dipotong setiap bulan dari gaji […]

Bersepeda ke Kota Hitachinaka di Jepang

Di jepang, bulan Juni terkenal dengan musim hujannya dimana hujan dapat berlangsung sepanjang hari atau bahkan selama seminggu dengan intensitas yang berbeda-beda. Kebetulan sekali hari Sabtu ini menurut prakiraan cuaca […]

Categories: CSI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s