Kejujuran pegawai bengkel sepeda di Desa Tokai Jepang.

Ilustrasi sepeda.

Hari Senin kemarin, saya baru menyadari ada keretakan pada ban sepeda bagian depan. Oleh karenanya, pulang dari lab, saya langsung ke bengkel sepeda yang ada di dekat Stasiun Tokai. Sesampainya disana sekitar jam 7 malam, ternyata teknisi yang bisa memperbaiki sepeda sedang tidak ada di tempat. Hanya ada pegawai lainnya yang kurang paham tentang kondisi ban sepeda tersebut.

Pegawai tersebut menyarankan saya untuk setidaknya memilih jenis ban sepeda yang akan dibeli dan menjelaskan estimasi harga yang akan dikenakan untuk ban dan jasa pemasangan. Selain itu, dia menyarakan agar sepedanya ditinggal saja dan besok akan diperiksa oleh teknisi.

Mendengar hal tersebut, saya pun menyanggupi dan meminta untuk dilakukan pengecekan juga dengan ban belakangnya. Selanjutnya, pegawai tersebut menjelaskan bahwa harga 1 ban sekitar ¥1.200 dimana biaya pemasangan ban depan ¥1.000 dan pemasangan ban belakang ¥1.800. Berdasarakan penjelasannya, pemasangan ban belakang lebih rumit dibandingkan dengan ban depan sehingga harganya lebih mahal. Sehingga total biaya yang akan saya keluarkan adalah sekitar ¥5.000.

Cukup mahal juga ya untuk biaya mengganti ban sepeda mengingat bahwa dengan uang sekitar ¥12.000 sudah bisa dapat sepeda baru.

Setelah menjelaskan hal tersebut, pegawai tersebut meminta nomor yang bisa dihubungi dan teknisi akan langsung menjelaskan kondisi ban sepedanya melalui telepon.

Keesokan harinya, saya pun mendapatkan telepon dari teknisi tersebut. Setelah menjelaskan panjang lebar penjelasannya melalui telepon, sang teknisi pun menyimpulkan bahwa ban sepeda masih dalam kondisi baik. Sehingga tidak perlu mengganti ban depan dan ban belakang. Selanjutnya, saya diminta untuk mengambil sepeda tersebut dan tidak ada biaya apapun yang saya keluarkan pada saat mengambil sepeda dari bengkel.

Kejujuran

Kejadian seperti ini bukan pertama kali saya alami di Jepang, ada juga kejadian ketika memanggil jasa bongkar pasang AC. Teknisinya dengan jujur memberitahukan kondisi AC baik itu freon dan gas (untuk heater di musim dingin). Padahal kalau mereka mau bohong juga bisa, toh saya juga tidak begitu paham dengan hal-hal tersebut. Tapi mereka memilih untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada konsumen.

Kerjaan seorang peneliti nuklir

Sudah cukup lama tidak menulis di blog ini. Alasan klasik tentu saja lagi sibuk dengan kerjaan di kantor/lab. Oleh karena alasan itu pula, saya akhirnya terpikir untuk membagikan sedikit cerita mengenai kegiatan seorang peneliti nuklir, “Sehari bersama peneliti nuklir”. 08.00 JST Sekitar jam 8 pagi, aktifitas pertama dimulai, yaitu bangun pagi. Hehe Jam kerja yang […]

Celotehan Suami Istri (CSI) #15: Salah Harga!

Sabtu ini kita tidak ada rencana khusus pergi jalan-jalan. Kami pun memutuskan untuk jalan ke AEON yang ada di desa Tokai sekedar untuk belanja kebutuhan sehari-hari dan mengajak Henokh bermain di Game Center yang ada di lantai 2 AEON. Saya menemani Henokh bermaij di lantai 2, sedangkan Mami Henokh belanja di supermarket yanh ada di […]

Celotehan Suami Istri (CSI): #14. Toilet Bocor!!!

Ini adalah minggu pertama Laura tinggal di Jepang tepatnya di Kota Kawasaki kelurahan Miyamae. Meskipun belum sampai seminggu tinggal di Jepang, bukan berarti ini pertama kalinya Laura ke Jepang. Dia sudah beberapa kali ke negara ini sebagai turis mengunjungi suami pada saat menjalani “Long Distance Marriage”. Ternyata menjadi turis dan “penduduk lokal” adalah dua hal […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s