Menukar SIM Indonesia ke SIM Jepang

Ketika berbicara tentang Jepang, pasti tidak lepas dari sistem transportasi yang sangat bagus. Ketika saya tinggal di Tokyo selama 5 tahun lebih, terlihat bahwa sistem transportasi umum sudah sangat bagus dan terintegrasi. Transportasi umum yang paling sering saya gunakan (hampir 99%) adalah kereta. Bahkan selama tinggal di Tokyo, tidak terpikir sedikitpun untuk mempunyai SIM (Surat Ijin Mengemudi) Jepang. Salah satu alasan utama dibenak saya adalah untuk apa lelah mengendarai mobil jika bisa duduk santai dan nyaman di dalam kereta yang bisa mengantarkan ke tempat lain dengan lebih cepat.

Selain itu, mempunyai mobil di Jepang khususnya di Tokyo membutuhkan biaya yang cukup besar khususnya untuk parkir. Salah satu syarat yang dibutuhkan adalah menunjukkan tempat parkir mobil anda. Hal ini untuk membuktikan kalau mobil tersebut punya “tempat tinggal” bukan di parkir sembarangan apalagi diparkir depan rumah orang lain.

Namun, kondisi tersebut ternyata cukup berbeda ketika saya mulai tinggal di Desa Tokai. Hampir setiap orang baik itu di Desa Tokai dan sekitarnya mempunyai mobil. Ternyata, meskipun ada akses kereta maupun bus tetapi frekuensinya tidak sebanyak di Tokyo.

Saya ambil contoh, untuk bisa mengunjungi kota Mito yang berjarak sekitar 15 km dari Desa Tokai, bisa ditempuh dengan menggunakan kereta. Akan tetapi, hanya ada 2 jadwal keberangkatan kereta setiap jamnya. Hal ini menyebabkan apabila anda telat, maka anda wajib menunggu kereta selanjutnya sekitar 30 menit. Sedangkan untuk rute bus hanya untuk di dalam Desa Tokai dan yang paling jauh adalah ke tempat wisata Hitachi Seaside Park di kota Hitachinaka yang berjarak 15 km dari Tokai. Jadwal keberangkatan bus pun sangat terbatas hanya ada 4 kali sehari untuk rute menuju Hitachi Seaside Park.

Dengan demikian, mempunyai SIM Jepang di daerah pedesaan ataupun ketika tinggal di luar kota-kota besar seperti Tokyo, Yokohama, Osaka, dll adalah suatu keharusan.

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menceritakan bagaimana cara memperoleh SIM Jepang dengan mengikuti kursus mengemudi di Jepang. Tapi tentu saja biaya yang dibutuhkan cukup besar.

Cara lain untuk mendapatkan SIM Jepang adalah dengan menukarkan SIM Indonesia yang kita punya. Berikut penjelasan singkat mengenai bagaimana cara menukar SIM Indonesia.

1. Terjemahkan SIM Indonesia

Hal yang paling pertama adalah menterjemahkan SIM A Indonesia yang anda miliki di JAF (Japan Automobile Federation).

2. Masa Berlaku

Pastikan SIM A Indonesia yang anda punya masih berlaku. Apabila masa berlaku SIM A anda kurang dari satu tahun, ada baiknya melakukan perpanjangan terlebih dahulu (bisa gak ya?) karena mengikuti tes tulis dan praktek di Jepang cukup sulit.

Pengalaman kami di Desa Tokai (Prefektur Ibaraki), ketika gagal ujian praktek maka dibutuhkan waktu sekitar 3 (tiga) bulan untuk mengikuti ujian praktek selanjutnya.

3. 90 hari di Indonesia

Apabila anda baru pertama kali mempunyai SIM A, maka pastikan anda berada minimal 90 hari di Indonesia sebelum berangkat ke Jepang. Apabila kurang dari 90 hari, maka anda tidak diperbolehkan untuk mengikuti ujian pergantian SIM.

Contoh: SIM A Indonesia dikeluarkan tanggal 20 Mei 2020. Anda ke Jepang tanggal 20 Juni 2020. Datang ke Unten Menkyo Center (tempat ujian SIM) tanggal 20 Oktober 2020. Meskipun tanggal dikeluarkan SIM anda dengan rencana ujian sudah lebih dari 90 hari, tetapi perhitungan 90 hari dimulai dari tanggal dikeluarkan SIM sampai tanggal keberangkatan anda ke Jepang (petugas akan melakukan pengecekan paspor untuk melihat kapan anda tiba di Jepang).

Bagi anda yang statusnya pekerja atau mahasiswa yang baru tiba di Jepang dengan SIM Indonesia yang berusia kurang dari 90 hari, sebenarnya 90 hari bukan berarti anda harus cuti selama 90 hari berturut-turut. Tetapi, 90 hari ini bisa dicicil. Misalnya tahun ini anda pulang 30 hari, tahun depan pulang 30 hari lagi. Dengan demikian anda sudah tercatat 60 hari tinggal di Indonesia semenjak SIM A anda dikeluarkan oleh pihak berwajib.

4. SIM A di Indonesia baru diperpanjang

Ada kalanya SIM A kita baru saja diperpanjang masa berlakunya dan kita tiba di Jepang kurang dari 90 hari sejak SIM A yang baru diperpanjang tersebut dikeluarkan oleh pihak berwajib.

Dalam kasus ini ada 2 kemungkinan. Pertama, apabila nomor SIM A baru tersebut sama dengan SIM A yang lama. Maka anda bisa memberikan penjelasan kepada petugas kalau anda bukan orang yang baru pertama kali punya SIM A (Tentunya sertakan dokumen yang memperkuat argumen anda). Kedua, kalau nomor SIM A baru tersebut berbeda dengan SIM A yang lama, maka kembali kepada proses NO. 3.

Berdasarkan pengalaman beberapa teman yang di Ibaraki, kemungkinan besar petugas di Unten Menkyo Center tidak menerima penjelasan dari kemungkinan yang pertama. Sehingga anda harus pulang ke Indonesia dulu untuk dapat memenuhi syarat 90 hari berada di Indonesia.

5. Ujian Tulis

Bagi mereka yang lulus syarat 90 hari, maka bisa langsung mengikuti Ujian Tulis pada hari tersebut. Ujian tulis ini tersedia dalam Bahasa Jepang maupun Bahasa Inggris.(Saya kurang tahu apakah ada dalam Bahasa Mandarin, Korea , dll).

Apabila lulus, anda boleh langsung mengikuti ujian praktek pada hari yang sama. Pada saat anda lulus ujian tulis, akan diberikan sertifikat kelulusan ujian tulis. Sertifikat ini berlaku hanya 6 bulan.

Apabila belum lulus, anda bisa datang lagi di lain waktu untuk melaksanakan ujian tulis lagi.

6. Ujian Praktek.

Apabila lulus ujian tulis, maka bisa langsung mengikuti ujian praktek di hari yang sama. Ujian Praktek adalah ujian terberat dalam pengambilan SIM di Jepang. (Pastikan anda membaca banyak buku, menonton video di Youtube, dll).

Apabila lulus, maka SIM Jepang anda akan dikeluarkan pada hari itu juga.

Apabila belum lulus, maka anda harus menuju bagian administrasi untuk melakukan penjadwalan ulang ujian praktek yang kemungkinan besar jadwal tercepatnya adalah sekitar 3 bulan dari hari kegagalan tersebut.

Apabila anda masih gagal dalam ujian prakek walaupun sudah mencoba berkali-kali. Hal ini berpengaruh terhadap masa berlaku sertifikat ujian tulis anda. Ketika sudah lewat 6 bulan dan anda belum berhasil lulus ujian praktek, maka anda wajib mengikuti ujian tulis lagi.

Demikian penjelasan singkat mengenai cara menukar SIM Indonesia menjadi SIM Jepang.

Celotehan Suami Istri (CSI): #14. Toilet Bocor!!!

Ini adalah minggu pertama Laura tinggal di Jepang tepatnya di Kota Kawasaki kelurahan Miyamae. Meskipun belum sampai seminggu tinggal di Jepang, bukan berarti ini pertama kalinya Laura ke Jepang. Dia […]

Nasi telah menjadi sereal

Beberapa hari ini kepikiran dengan menu sarapan yang jauh berubah ketika tinggal di Indoneisa. Sewaktu menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di Jogja, sarapan dengan menu complit (nasi+sayur+lauk) adalah suatu kewajiban yang […]

Loading…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Categories: Tentang Jepang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s