Mudahnya Pencairan Asuransi Jiwa Henokh di Jepang.

Dua hari setelah kejadian The Accident, dimana keadaan Henokh sudah membaik dan luka di kening sudah mulai kering maka saya teringat kalau Henokh mengikuti program Asuransi Jiwa di Jepang. Asuransi Jiwa ini berbeda dengan asuransi kesehatan.

Saat itu, saya hanya ingin mencoba apakah Asuransi Jiwa tersebut bisa mengcover kecelakaan yang dialami Henokh. Dengan bantuan dari seorang teman kerja, akhirnya kami pun menghubungi pihak asuransi melalui telepon.

Beberapa hal yang perlu dijelaskan kepada pihak asuransi yaitu: Lokasi kejadian, Waktu, Luka yang dialami, Bagaimana kecelakaan bisa terjadi, Melibatkan pihak lain atau tidak, hingga alamat rumah sakit.

Setelah menjelaskan secara detail dan jujur kejadian tersebut, pihak asuransi pun langsung mengkonfirmasi kalau kejadian tersebut bisa dicover oleh asuransi jiwa. Selanjutnya, akan dikirim beberapa dokumen ke alamat rumah.

Advertisements

Dua hari setelah pembicaraan melalui telepon, akhirnya dokumennya tiba dirumah. Dokumen tersebut kurang lebih berisi formulir yang hampir sama dengan apa yang telah ditanyakan melalui telepon. Selain itu, diwajibkan untuk melampirkan fotocopy nota pembayaran dari Rumah Sakit.

Setelah melengkapi dokumen tersebut, silahkan masukkan dokumen tersebut ke dalam amplop yang telah disediakan. Kirimkan ulang dokumen tersebut ke kantor asuransi melalui kotak pos terdekat.

Sekitar satu minggu, maka pihak asuransi akan mentransfer sejumlah uang ke rekening saya. Besaran biaya yang diganti oleh pihak asuransi bergantung dengan kondisi kecelakaan dan beberapa hal yang telah disebutkan pada awal mendaftar asuransi jiwa.

Dalam kasus ini, kami memperoleh biaya dari pihak asuransi yang jumlahnya lebih banyak dari biaya yang kami keluarkan di RS (¥600).

Ternyata proses pencairan asuransi jiwa di Jepang cukup mudah dan tidak ribet.

Penting gak ya ikut Asuransi Jiwa di Jepang ?

Tulisan ini akan memuat opini penulis mengenai penting atau tidaknya mengikuti asuransi jiwa di Jepang. Penting atau tidaknya asuransi jiwa ini akan tergantung kepada masing-masing orang. Disini penulis berusaha menjabarkan […]

“2 Days Trip” Gunung Fuji (Part 1/3)

Agustus 2015 Entah apa yang ada dipikiran saya saat itu karena dengan polosnya mengajak istri untuk mendaki Gunung Fuji. Kejadian ini berawal dari informasi PPI Tokodai (Persatuan Pelajar Indonesia Tokyo […]

Categories: Keluarga

Tagged as: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s