Celotehan Suami Istri (CSI): #13. Gak bisa lewat sepedaku….

Sudah lama rasanya tidak menuliskan cerita seri tentang celotehan kecil ala suami istri. Kali ini menceritakan celotehan antara sepasang suami istri pada saat sedang bersepeda bersama Henokh.

Laura (L), Irwan (I), Henokh (H)

I: Ayo siap-siap…sepedaan jam 10 aja ya biar gak panas kali di jalan nanti.

L: Ok… Henokh siap-siap, ambil kaus kakimu nak di lemari.

H: (berjalan sambil berlari kecil mengambil kaus kaki di lemari)

Henokh sepertinya sudah paham kalau dengar kata “kaus kaki”, “sepeda” itu artinya mau jalan-jalan keluar.

L: Pakai rute yang mana nih kesana?

I: Aku hapalnya jalur 248, soalnya kita selalu kesana pakai jalur 248 kalau naik mobil.

L: Yaudah.. Yakin kan aman pakai sepeda lewat jalur itu? Ada trotoarnya?

I: Seingatku ada.

H: Huaaaa….Huaaaaa…(teriak-teriak kelamaan nunggu obrolan bapak mamaknya didepan pintu rumah)

L: Kaulah di depan ya bawa jalan. Jangan cepat-cepat.

I: Hemmmm…

15 menit kita lalui bersepeda dengan aman dan tentram. Trotoar yang lebar yang nyaman menemani di awal perjalanan.

I: Sayang, di depan ada perbaikan jalan, pelan-pelan.

L: Ok. Akulah di depan, biar kau yang jaga di belakang.

Setelah melewati rintangan kecil pertama, kami memasuki jalan lintas dari desa Tokai ke kota sebelahnya dimana trotoar di kiri maupun di kanan jalan dipenuhi oleh rerumputan tinggi, trotoar yang kecil dan sedikit berlumut. Hal ini tentu karena daerah ini jarang dilalui oleh pejalan kaki.

L: Inilah kau, kau bilang hapal jalan. Masa trotoarnya sempit udah gitu rumputnya tinggi-tinggi. Mana tanjakan lagi.. Gak bisa lewat sepedaku. (sudah mulai menggerutu)

I: Ya kan emang kubilang hapal jalan bukan hapal kondisi trotoar sepanjang jalannya. Buset tanjakan segitu doank loh. Itu sepeda listrik loh punyamu. Sepedaku cuman mengandalkan kekuatan dengkul dan napas..(sudah mulai terpancing emosi ditambah sinar matahari yang semakin panas)

L: Tahu gitu pakai rute yang lain aja kita tadi..

I: Hemmmm..(sambil terus menggowes sepeda di tanjakan).

H: wang..wangg..wangg..wanggg… (teriak-teriak memanggil anjing yang tiba-tiba muncul diseberang jalan)

Ya begitulah kondisi trotoar dipedasaan, secara umum hampir semua jalan punya trotoar akan tetapi karena jalan kaki bukan hal yang lazim ditemukan di desa (tidak seperti di kota besar seperti Tokyo) maka kondisi trotoarnya ada yang terbengkalai.

Advertisements

Categories: CSI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s